KARAWANG, Media3.id- Peredaran minuman beralkohol atau yang biasa disebut minuman keras (miras) di wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang masih di sorot publik. Bahkan sejumlah pedagang miras yang sembunyi-sembunyi, tutup dikarenakan adanya pemberitaan.
Belum lama ini sempat ramai pemberitaan soal adanya pedagang miras di depan kantor kecamatan Rengasdengklok namun sayangnya saat Satpol-PP Kecamatan Rengasdengklok bersama jajaran Polsek Rengasdengklok dan Koramil Rengasdengklok mendatangi tempat tersebut tidak ditemukan barang bukti berupa minuman beralkohol.
Sementara salah satu warga Dusun Bojong Tugu menjelaskan bahwa apa yang pernah diberitakan oleh salah satu media online tersebut tidak hoax melainkan benar-benar ada bakan bukan saja di depan kantor kecamatan Rengasdengklok saja yang menjual miras akan tetapi di tempat lain tepatnya di depan Masjid Partisan Siliwangi (PS) diduga ada penjual miras secara sembunyi-sembunyi.
Selain terdapat penjual miras, teryata diduga ada gudang miras, dimana para pengecer miras yang jualan secara sembunyi-sembunyi membeli di tempat tersebut.
”Selain di depan kantor kecamatan terus adalagi yang jualan miras di depan masjid PS Bojong tugu,” kata salah satu warga Bojong Tugu yang enggan menyebutkan namanya. Sabtu 02/12/23).
Iapun mengatakan di wilayah dusun Bojong Tugu tepatnya jalan menuju jabatan Citarum arah Pembayaran diduga terdapat tempat penyimpanan minuman, namun saat ini tempat tersebut tutup sementara dikarenakan adanya pemberitaan termasuk penjual miras di depan kantor kecamatan Rengasdengklok
“Kalau gudangnya jalan arah jembatan baru disitu tempat nyimpen minuman. Kalau sekarang sedang tutup dulu karena ramai pemberitaan. Dan di sini juga di depan kecamatan Rengasdengklok di-stop dulu karena ramai pemberitaan,” ungkapnya.
Lanjutnya, iapun menceritakan bahwa salah satu pedagang di depan kantor kecamatan Rengasdengklok diduga sudah lama menjual minuman beralkohol, bahkan warga pun sempat komplain ke pedagang tersebut dikarenakan mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang istirahat.
“Kalau yang di sini hampir setahun, terus yang maboknya suka enggak kontrol, bising dan vol musik sampai pagi. Pernah dua kali didatangi warga gara-gara yang mabuknya bising dan ditambah musiknya juga bising sehingga warga merasa mengganggu,” pungkasnya.
Diketahui beberapa tahun kebelakang sejumlah masyarakat Kecamatan Rengasdengklok ada yang meninggal dunia diduga akibat miras dan minuman oplosan.
Reporter: D H




