Jalan Kutagandok Kerap dijadikan Tempat Tauran Hinga Nyawa Melayang, Warga: Anehnya kebetulan Tidak Ketemu Petugas Patroli

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id- Jalan Raya Kutagandok Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang kerap dijadikan tempat tauran sekelompok oknum remaja berpakaian seragam sekolah biru dan abu-abu. Namun anehnya, pada saat tauran kata warga, jarang ketemu petugas kepolisian yang sedang patroli sehingga terjadi korban

 

Read More

Dari keterangan warga, Jalan Raya Kutagandok antara pom bensin dengan SMAN 1 Rengasdengklok kerap dijadikan ajang tautan sekolompok oknum remaja berpakaian seragam sekolah. Kata warga dalam seminggu kejadian tauran sampai dua kali

 

“Di sini sering kejadian tauran karena saya taunya tutup jualan di pinggir jalan ini sekitar jam 5 sore,” kata salah satu pedagang di pinggir jalan raya Kutagandok, Sabtu (13/08/23).

 

Bahkan kata dia dalam seminggu pasti ada saja remaja berpakaian seragam sekolah tauran di jalan ini, padahal jalan raya Kutagandok ramai dilalui pengendara namun tetap saja terjadi tauran remaja berseragam sekolah biru abu-abu yang seakan-akan sudah janjian

 

“Sering kejadian seminggu satu sampai dua kali kejadian seperti sudah janjian di daerah ini padahal jalan sedang ramai,” ungkapnya.

 

Yang mengerikan remaja berseragam sekolah tersebut kerap membawa senjata tajam seperti celurit panjang, gergaji es yang di acung-acungkan keatas dan di gesekan ke jalan

 

“Yang taurannya bawa senjata tajam panjang seperti celurit panjang dan gergaji es diacungkan ke atas dan di gesekan ke aspal,” tuturnya.

 

Tidak banyak, sekitar 30 sampai 40 remaja dari dua kelompok. Sebelum tauran mereka konvoi sambil bawa senjata setelah itu balik lagi dan terjadi tauran. Namun mereka kata warga seperti sudah tahu kapan patroli lewat sehingga terjadi bentrok.

 

“Segitu-gitu saja yang tauran nya kalau di hitung lebih kurang 30 lebih dari dua kelompok. Sebelum tauran, remaja berseragam tersebut konvoi menggunakan motor dan berboncengan. dan mereka seperti sudah tau kapan ada patroli,” tuturnya.

 

Awalnya ia menduga oknum remaja berseragam sekolah tersebut hanya buat konten saja namun tidak lama kemudian terjadi saling serang lalu bubar. ” Saya kira sedang buat konten tapi tidak lama kemudian saling serang dan paling lama juga 10 sudah bubar,” pungkasnya

 

Reporter: Daman Huri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *