Warga minta tv Swasta minta maaf atas pemberitaan yang sudah tayang SATU KAMPUNG KECANDUAN NARKOBA
KARAWANG, Media3.id – Ratusan warga Mulyajaya Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang menyangkal soal pemberitaaan di salah satu media televisi Nasional berjudul “SATU KAMPUNG KECANDUAN NARKOBA”. menurut warga, berita tersebut tidak sesuai fakta.
Saat diwawancara Junaedi perwakilan warga Desa Mulyajaya mengatakan bahwa warga desa Mulyajaya merasa keberatan atas pemberitaan di salah satu media televisi nasional karena tidak semua masyarakat kecanduan narkoba kalaupun ada cuma beberapa orang saja namun dalam pemberitaan tersebut tertulis satu kampung kecanduan narkoba.
“Soal berita satu kampung kecanduan narkoba itu salah besar dan enggak benar,” kata Junaedi warga Desa Mulyajaya, Sabtu (12/08/23).
Kalaupun ada, kata dia paling juga hanya beberapa warga saja namun dalam pemberitaan tersebut satu kampung kecanduan narkoba sehingga membuat warga desa Mulyajaya marah dan tidak terima.
“Kalau yang benarnya berapa orang yang kecanduan saya tidak tahu. Dan saya merasa tidak senang disangkutpautkan satu kampung kecanduan narkoba kecuali hanya beberapa orang saja. Yang jelas saya tidak terima,” ungkapnya.
Hal serupa pun disampaikan Rohadi warga Desa Mulyajaya. Dengan adanya berita satu kampung kecanduan narkoba tentunya nama Desa dan masyarakatnya menjadi tercemar sehingga ia dan warga desa Mulyajaya bersama perangkat desa tidak terima. kalaupun ada satu atau dua orang saja.
“yang enggak terimanya satu kampungnya ini tapi kalau hanya satu dua orang ya saya terimalah”, ungkapnya.
Ia pun menjelaskan adapun media yang memberitakan satu kampung kecanduan narkoba yaitu salah satu media televisi nasional
Itu ada di media tv Swasta pak” kata Rohadi yang merasa kecewa atas berita yang dianggap tidak benar.
“Harapan saya dari media ini (tv Swasta)minta maaf dan klarifikasi karena kampung kami merasa dinodai, dicemarkan nama baiknya. Yang bikin kami tidak senangnya ya itu (satu kampung kecanduan narkoba) karena berita itu bohong atau hoax” tuturnya.
Bahkan ia pun meminta tv swasta tersebut datang langsung ke desa untuk minta maaf. “Saya minta tv Swasta tersebut menjelaskan datang dan balik lagi ke mari minta maaf karena tidak senang,” pungkasnya.
Reporter: DH






