Diimbali Rp.500 Ribu, Wanita Ini Mau Jadi Joki Vaksinasi Covid19

  • Whatsapp

SEMARANG (Jawa Tengah), Media3.id – Praktek joki vaksinasi berhasil digagalkan oleh aparat Polsek Semarang Barat Polrestabes Semarang.
Dalam penidakan tersebut, petugas menangkap Diah Sundari (41) warga Kuningan, Semarang Utara yang bertindak sebagai joki.
Kemudian Chirstin Lusiani (37), warga Ngaliyan yang membutuhkan jasa tersebut dan Irvanti Oktaviany (47) warga Ngaliyan yang bertindak sebagai perantara.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan, aksi tersebut terbongkar setelah pihak puskesmas yang melakukan pendataan dan pengecekan menemukan beberapa perbedaaan data.
“Saat dilakukan pengecekan berat badan dan tinggi badan tidak sesuai dengan data yang tertera. Foto wajahnya juga berbeda dengan foto KTP pendaftar (Chirstin),” ungkap Irwan saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (5/1/2022) siang.

Read More

Petugas Puskesmas yang mendapati kejanggalan tersebut kemudian melaporkan temuan tersebut ke Mapolsek Semarang Barat. Petugas Polsek dengan dipimpin Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novitasari langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Christin Lusiana (37) warga Griya Beringin, Ngaliyan, yang bermaksud mendapatkan sertifikat vaksinasi Covid19 dengan mewakilkan pada Diah sebagai joki dan memberi imbalan Rp.500 ribu.

“Antara joki (Diah) dan yang meminta digantikan (Chistin) tidak saling kenal. Itu ada perantaranya (Irvanti). Diah ditawari imbalan Rp.500 ribu, tapi belum ia terima,” jelas Irwan.

Terkait proses lebih lanjut, Irwan Anwar membeberkan, proses hukum tidak berlanjut karena tindakan tersebut belum terjadi karena terbongkar.
“Belum terjadi, jadi proses hukum tidak berlanjut. Namun catatanya adalah, supaya tindakan yang melanggar undang undang kesehatan tersebut tidak dilakukan lagi dan dicontoh orang lain. Karena ini melanggar dan bisa diproses hukum,” ungkap Irwan.

Christin Lusiani mengaku, dia tidak melakukan vaksinasi hingga akan digantikan Diah lantaran dia akan ada perjalanan ke luar Semarang. “Mendadak mau ke luar kota dan harus ada kartu vaksin dan aplikasi peduli lindungi,” ujarnya.

Christin mengaku bahwa dirinya sudah pernah terkena Covid-19 hingga dia mempunyai asumsi kalau imun tubuhnya sudah kuat dan tidak perlu vaksin.
“Saya juga ada komorbit,” jelasnya.

Hingga kemudian Christin bercerita tentang hal tersebut kepada Irvanti yang kemudian menunjuk ke Diah untuk menjadi joki vaksinasi atas diri Christin.

Sedangkan Diah Sundari mengaku, saat ada tawaran tersebut dirinya mau melakukan karena ada imbalan. “Butuh uang jadi saya mau. Ini baru pertama kali (jadi joki). Tapi kalau vaksin untuk diri saya sendiri sudah vaksin kedua,” akunya.• (Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *