BEKASI, Media3.id – Sikap tidak biasa ditunjukkan oleh Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bantarsari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Karawang. Ia secara terang-terangan menolak untuk diwawancarai secara visual atau menggunakan kamera video oleh awak media.
Penolakan ini dinilai dapat menghambat kinerja para jurnalis, khususnya media elektronik dan online yang mengutamakan penyajian berita berbasis audio visual kepada publik.
Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia Pilkades Bantarsari, Nurali Said, berdalih tindakan tersebut dikarenakan dirinya merasa kelelahan setelah mengikuti rangkaian kegiatan penuh sejak pagi hari. Rangkaian acara tersebut ditutup dengan agenda pengundian dan pembagian nomor urut bagi tiga calon kepala desa yang akan bertarung.
“Alasannya tidak kenapa-napa, kita kan lelah dari pagi,” ujar Nurali saat memberikan alasan kepada awak media, Rabu (09/09/26).
Tidak hanya menolak direkam, Nurali juga sempat mempertanyakan asal wilayah para jurnalis yang hadir, apakah berasal dari wilayah Pebayuran, Kedungwaringin, atau daerah lainnya.
“Dari abangku dari Pebayuran apa dari Kedungwaringin?,” tanyanya kepada jurnalis di lokasi.
Di sela-sela pembicaraan, Nurali bahkan sempat membawa alasan personal dengan menjelaskan latar belakang pekerjaan sang istri yang bertugas di salah satu fasilitas kesehatan milik pemerintah.
“Istri saya juga di situ, RS Rengasdengklok,” pungkasnya tanpa menjelaskan lebih lanjut korelasi hal tersebut dengan penolakannya untuk diwawancarai.
Reporter: Dmn Hr






