Nelayan saat didampingi Tim Advokasi LBH DPC HAPI Kabupaten Karawang di Pantai Sedari
KARAWANG, Media3.id – Minyak mentah (oil spill) Sempat kembali mencemari perairan laut Karawang beberapa hari kebelakang. Dampak dari oil spill tersebut, kata nelayan berdanpak pada pendapatan nelayan yang turun drastis sehingga perekonomian para nelayan semakin merosot tajam.
Sudah terdampak covid-19, kini nelayan di pantai Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang harus merugi akibat oil spill masuk ke area perairan Karawang yang membuat nelayan jaring ikan, rajungan dan udang penghasilannya merosot tajam.
“biasanya sebelum ada limbah pendapatan nelayan ya lumayanlah seratus kebawah. Tapi setelah ada limbah pendapatanpun kosong” kata Rohmat (45) saat diwawancara awak media, Minggu (28/02/21).
Rohmatpun menjelaskan, sejak ada oil spill di perairan karawang membuat hasil tangkapannya merosot tajam hingga dibawah 50% sehingga untuk biaya transportasi atau bekal untuk pergi melaut saja belum tentu kembali.
“pendapatnnya separuhnya juga enggak nyampai” jelasnya
Ia berharap, pertamina bisa memberikan konpensasi atau ganti rugi, walaupun gabti rugi yang dulu belum dibayar semuanya. Dab sekarang, nelayan kembali meminta ganti rugi
“harapan sayasih ada ganti rugi dari pertamina. gati rugi yang dulu saja belum dan sekarang juga belum” tuturnya.
Adapun lokasi minyak mentah yang menggumpal warna hitam, sempat nelayan temui di amera obor tempat ia mencari rizki sebagai nelayan.
“limbahnya hitam, kayak kelapalah kalau di tengahmah letaknya di amera obor” pungkasnya.
(Dmn Hr)






