Kiai Ashari Peleceh Seksual 50 Santriwati Ponpes Pati Ditangkap Polisi Di Wonogiri

  • Whatsapp
Kyai Ashari, tersangka rudapaksa 50 santriwati berhasil dibekuk tim reskrim Polda Jateng dan Polres Pati di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026), bersama salah seorang pengasuh pondok pesantren yang bernama Suwandi. (Foto: Humas Polda Jateng)

 

PATI (Jateng), media3.id – Kasus dugaan pelecehan seksual 50 santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Kiai Ashari bersama Suwandi, salah seorang pengasuh ponpes, akhirnya berhasil dibekuk polisi di tempat pelariannya Kabupaten Wonogiri, Kamis (7/5/2026) setelah sebelumnya dikabarkan kabur hingga ke Bogor.

Sebelum ditangkap, Kiai Ashari disebut sempat menghilang dari kediamannya hingga dua bulan. Polda Jawa Tengah bahkan turun langsung melakukan pencarian setelah tersangka tidak ditemukan di wilayah tempat tinggalnya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengungkapkan bahwa penyidik sebelumnya telah melayangkan panggilan resmi kepada tersangka. Namun, panggilan tersebut tidak direspons.

“Sudah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan tidak hadir. Penyidik kemudian melakukan pendalaman terhadap pihak keluarga terkait keberadaan tersangka. Dari hasil tersebut, diketahui yang bersangkutan tidak berada di tempat dan diduga berada di luar wilayah Jawa Tengah,” ujar Artanto.

Ali Yusron, SH., kuasa hukum santriwati yang menjadi korban rudapaksa Kyai Ashari. (Foto: dok. Suara.com Pati)

Pada bagian lain, Kuasa Hukum korban (santriwati yang dirudapaksa Ashari) mengungkapkan bahwa dari delapan santriwati yang awalnya memberanikan diri melapor ke Polresta Pati, tujuh di antaranya memilih menarik kembali laporannya.

“Ada delapan, yang tujuh itu ditarik oleh yayasan. Ini diberi kedudukan guru di pondok pesantren tersebut,” ungkap Yusron.

Yusron bersyukur masih ada satu korban dan keluarganya yang memiliki keberanian untuk terus berjuang mencari keadilan.

“Yang satu ini, yang saya kawal ini, beliaunya bersikukuh untuk membongkar. Saya juga mengapresiasi sekali kepada orang tua untuk membongkar ini secara terang-benderang agar kasus ini tidak ada korban lagi yang lain, dan bisa memulihkan psikis anaknya nanti,” pungkasnya.• (Shaleh Rudianto media3)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *