Bikin Replikasi Artikel Riset Dan Catut Nama-nama Peneliti Demi Bisa Plesiran Ke Mancanegara

  • Whatsapp

 

KOTA JOGJA (DIY), media3.id – Geger Geden! Dipergoki adanya dugaan pemalsuan riset ilmiah dalam konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) yang berlangsung pada 17-21 Mei 2026 di Kopenhagen, Denmark, oleh peserta dari Indonesia.

Menanggapi kegaduhan tersebut, ketiga pelaku replikasi artikel riset yakni Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti kemudian memberikan klarifikasi resmi melalui akun Threads atas nama Rifaldy dan Tim.

“Dengan segala kerendahan hati, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak atas polemik dan kegaduhan yang terjadi terkait aktivitas konferensi internasional yang kami lakukan,” tulis pernyataan tersebut.

Mereka mengakui bahwa motivasi utama mengikuti konferensi bergengsi tersebut bukanlah murni untuk pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan demi keuntungan finansial dan pribadi.

Mereka meminta maaf karena mencatut nama lembaga tanpa adanya izin maupun keterlibatan resmi dari lembaga tersebut, dan menegaskan bahwa kesalahan tersebut sepenuhnya berasal dari pihak mereka.

Menutup klarifikasinya, Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini menyatakan penyesalan mendalam karena telah merusak kepercayaan publik terhadap integritas akademik. Mereka berkomitmen untuk menjadikan peristiwa di Kopenhagen ini sebagai pelajaran hidup yang besar dan berjanji tidak akan mengulangi.

Simposium Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN) ke 13 di Taiwan, 2025. (Foto: istimewa)

 

Pada kesempatan terpisah, Wakil Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bidang Akademik, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, memberikan klarifikasi terkait status kedua nama tersebut dalam database universitas.

Tercatat dalam database UNY:Rivaldy Fajar: Lulusan Program Studi S1 Matematika tahun 2017. Kemudian, Prihantini: Lulusan Program Studi S1 Matematika tahun 2018.

“Saat ini UNY sedang melakukan pendalaman, upaya klarifikasi, dan menunggu laporan resmi sebelum memutuskan langkah melalui komite etik,” tandas Prof. Nur Hidayanto, Kamis (28/5/2026).

Lebih lanjut ia menekankan bahwa kesamaan nama tidak serta-merta membuktikan bahwa mereka adalah oknum yang sama dengan yang sedang viral.

Modus operandi dilakukan dengan membuat penelitian palsu untuk dikirimkan ke berbagai forum ilmiah internasional dan mempresentasikannya dalam sejumlah ajang konferensi ilmiah.

Salah satunya adalah artikel yang berjudul Implementation of Coping Religious in Overcoming Disorders of Physical- Psychological-Social-Spiritual in Chronic Kidney Failure Patients in the Hemodialysis Process (Based on Islamic Perspective).

Artikel tersebut mereka kirim ke konferensi yang diadakan Korean Society of Nephrology pada 2020 lalu. Pada artikel tersebut tercantum nama Rifaldy Fajar, Prihantini, Intan Lisnawati dan Dewi Mustika Sari.Keempat nama tersebut tercatat dalam database pada Departemen Matematika dan Biologi Komputasi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Intan menyatakan tidak terlibat dalam penyusunan artikel tersebut dan tidak bertemu Rifaldy sejak 2018. “Aku tahunya karena diinfo temenku Nana [Nana Indri Kurniastuti; red] yang namanya juga dicatut di artikel Rifaldy Fajar. Karena aku sendiri sebenarnya nggak cari-cari tahu karena nggak ngira kalau namaku ada di artikelnya mengingat kami sudah sama-sama wisuda 2018 lalu dari UNY,” ungkap Intan, Jumat (29/5/2026).• (Shaleh Rudianto media3)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *