Terlibat Korupsi RSUD Wonosari, Sekretaris Dinas Kominfo Gunungkidul Ditangkap Polisi 

  • Whatsapp

 

Aris Suryanto (baju oranye) turut dihadirkan dalam konferensi pers. (Foto: Erfan)

Read More

GUNUNGKIDUL (DIY), media3.id- Terkait penangkapan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Aris Suryanto (AS, 50) oleh Subdit Tipikor Polda DIY, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan belum akan menindaklanjuti. Bupati masih akan menunggu status AS yang terjerat kasus korupsi RSUD Wonosari, Gunungkidul.

 

“Soal jabatannya akan kami lihat dulu status hukumnya nanti seperti apa. Tetapi tidak menutup kemungkinan AS akan dicopot dari jabatannya,” kata Sunaryanta, Senin (6/3/2023).

 

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Iskandar mengungkapkan AS memang sudah menyandang status tersangka cukup lama namun tidak ditahan oleh Polda DIY. Tetapi jika AS memang ditahan, maka AS akan dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

 

Meski yang bersangkutan akan diberhentikan sementara, namun AS akan tetap mendapat penghasilan. Tentu penghasilannya tidak seperti ketika dia aktif menjadi ASN seperti sebelum ditahan.

 

“Dia nanti akan mendapat penghasilan 50 persen,” kata Iskandar.

 

AS resmi ditahan oleh Polda DIY karena diduga menggelapkan uang pembayaran jasa dokter laboratorium RSUD Wonosari periode 2009-2012 senilai Rp470 juta. Saat itu AS tengah menjadi pejabat teknis (Kabid. Rekam Medis) di RSUD Wonosari Gunungkidul.

 

“Kami tangkap di kediamannya hari Sabtu kemarin, sebelumnya kita panggil, tapi tidak hadir. Karena waktu sudah mepet karena Selasa besok (hari ini, red) sudah tahap dua, makanya kita tangkap. Aksi AS ini dilakukan di tahun 2015,” ungkap Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Indra Waspada Yuda, Senin (6/3/2023).

Aris Suryanto (Foto: IG pribadi)

Aris Suryanto selama ini dikait-kaitkan dengan kasus korupsi senilai Rp 470 juta yang mendera mantan Direktur RSUD Wonosari Gunungkidul, drg. Isti.

 

Pada Selasa 6 September 2022 silam, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta melakukan pemeriksaan tiga orang saksi yang terdiri atas mantan rekanan RSUD, Anwari, kemudian Jatmiko mantan BKAD Pemda Gunungkidul, dan Aris Suryanto selaku pejabat teknis non medis (Kabid. Rekam Medis) RSUD Wonosari saat itu.

•(Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *