Kasat Narkoba Polresta Tasikmalaya beserta jajarannya menunjukan Barangbukti Sabu, Ganja Kering dan obat logo MF
Tasikmalaya, Media3.id – Pengungkapan kasus bandar sabu di Kota Tasikmalaya terus menerus diperangi satu persatu pengedar dan pemakai terciduk selain mengamankan bandar sabu seberat 1,2 kilogram, Kepolisian Polresta Tasikmalaya juga menciduk 6 pengedar narkoba, 3 orang pelaku residivis kasus yang sama.
Kasat Narkoba AKP Ikhwan, pengungkapan kasus ini berbeda dengan pengungkapan kasus sabu seberat 1,2 kilogram,” ujarnya
“Untuk Kasus ini, menurut dia, ada enam orang yang telah kami amankan tiga diantaranya residivis kasus yang sama, enam orang tersangka yakni berinisial YA, di ciduk di sebuah kontrakan tepatnya di kampung Cibeber Pondok RT 01/05 Kelurahan Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya dan mengamankan sebanyak 12,78 gram sabu, tersangka YA melanggar 112 ayat (2) jo 114 ayat (2) UU. RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik terancam 12 tahun penjara
Kemudian WS warga kampung Genteng RT 03/01 Kelurahan Cilamajang Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya menjadi pengedar ganja, dari tangan WS, Polisi berhasil mengamankan barangbukti 24,37 gram ganja.
“Tersangka WS melanggar pasal 111 ayat (1) jo 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terancam penjara 12 tahun,” ujar Kasatnarkoba Polresta Tasikmalaya, AKP Ikhwan, Senin 15 Agustus 2022.
Sementara itu 4 tersangka lainnya yakni berinisial KF, warga Kampung Kubang buleud II RT 02/06, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, RP warga Kampung Cidahu RT01/03 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, LW warga Sutisna senjaya, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang dan MA warga Jalan Cigeureung Kampung Gunung Guntur RT 01/02, Kelurahan Negarasari, Kecamatan Cipedes adalah pengedar obat terlarang.
“Dari tangan KF, kita amankan 510 butir pil kuning berlogo MF, dari RP diamankan 954 pil kuning berlogo MF, dari LW diamankan 1.014 pil kuning berlogo MF, dan dari MA diamankan 53 pil kuning berlogo MF,” Jelasnya
Para pengedar, terang Kasat Narkoba, melanggar pasal 196 Undang-Undang RI nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” jelasnya.
(Mas)






