Teriak ‘Maling’, Tiga Pelaku Pengeroyokan dan Pengrusakan Mobil Mercy Berhasil Diringkus Polisi

  • Whatsapp

BANTUL (DIY), Media3.id-
Polres Bantul berhasil
mengamankan tiga pelaku pengeroyokan dan perusakan mobil Mercy di Bantul. Menurut Kapolres Bantul AKBP Ihsan, polisi yang mengetahui kejadian tersebut lantas memeriksa saksi, CCTV serta video amatir yang beredar luas di media sosial.

Terhadap kasus pengeroyokan dan perusakan itu, polisi tidak akan tinggal diam dan telah mengamankan tiga orang yang diduga pelaku perusakan.

Read More

“Tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB, tim kami melakukan penangkapan pelaku pengeroyokan dan perusakan,” kata Ihsan pada Sabtu (29/1/2022).

Ketiga pelaku yang diamankan adalah ATW (22) warga Purwokerto, MDK (21) warga Condongcatur dan CP (25) warga Kasihan. Ketiganya terbukti melakukan perusakan dan pengeroyokan pada pengemudi mobil Mercy.

Menurut Ihsan, dua dari tiga pelaku merupakan korban tabrak lari.
Namun, kasus itu telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Terhadap pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.
“Kasus ini terus berkembang. Terindikasi pelakunya ada enam orang lebih,” terang Ihsan.

Peristiwa pengeroyokan dan perusakan tersebut terjadi pada Kamis (27/1/2022) sore jam 17.00 WIB di simpang empat Tamantirto Kasihan Bantul, DIY.

Kapolsek Kasihan Kompol Anton Wibowo Nugroho menjelaskan, kejadian bermula saat mobil pabrikan Jerman berwarna hitam tersebut melaju dari arah Kota Yogyakarta. Lalu mobil itu berhenti di warung ayam goreng Olive di Jalan Bantul.

“Saat mobil Mercedes Benz itu berhenti di Olive Jalan Bantul tiba-tiba berhenti mendadak dan akhirnya membuat tukang parkir yang saat itu sedang mengatur mobil kaget. Sehingga terjadilah cekcok,” ungkapnya, Jum’at (28/1/2022).

Ketika terjadi cekcok, pengemudi mobil yang bernama Gandhi Wicaksono tidak menyelesaikan masalah tersebut tapi malah langsung pergi meninggalkan lokasi kejadi. Alhasil terjadi aksi kejar-kejaran oleh beberapa orang.

Pengejaran berlanjut sampai ke arah Kasongan, lantas sesampainya di Padukuhan Gedongan, dia sempat menabrak sepeda motor.

“Dia sempat menabrak pengendara motor di Kasongan ketika dikejar,” terangnya.

Usia menabrak pengendara motor, ada seseorang yang akhirnya meneriakinya sebagai maling. Lantaran merasa terancam dengan teriakan tersebut, akhirnya dia melaju terus sampai ke Jalan Bibis lalu ke simpang empat Bangunjiwo.

“Mobil itu akhirnya bisa dihentikan di simpang empat Tamantirto. Di situlah emosi warga tak bisa terbendung hingga terjadi aksi pengrusakan,” ungkap Anton.• (Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *