Daud:”Unesco Sudah Akui Universalitas Nilai-nilai Sumbu Filosofi Jogja”

  • Whatsapp
Dr. Daud Tanudirjo, MM

SLEMAN (DIY), media3.id – Pada 2023, Sumbu Filosofi dan penandanya diakui oleh World Heritage Committee Unesco, sebagai warisan budaya dunia. Dinamakan dengan Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historical Landmarks.

Demikian dikatakan oleh Daud Aris Tanudirjo, Sabtu (26/3/2025) di Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali).

Read More

“Tata kota Yogyakarta dilandasi oleh tiga pemikiran filosofis yang termaktub dalam Sumbu Filosofi. Yaitu hamemayu hayuning bawono, manunggaling kawulo Gusti, dan sangkan paraning dumadi”, terang Daud.

Pria peraih doktoral dari The Australian National University ini menyebutkan nilai-nilai Sumbu Filosofi dapat diterapkan dalam hidup sehari-hari oleh masyarakat.

“Sehari-hari, nilai-nilai itu dapat diterapkan melalui perilaku ketakwaan kepada Tuhan (super-natural), hubungan sosial yang setara dan saling menghargai, lalu memanfaatkan alam dan memeliharanya secara bijaksana berkelanjutan”, jelasnya.

Daud menambahkan, di dunia internasional nilai-nilai Sumbu Filosofi telah ditiru. Salah satunya oleh wakil presiden Amerika Serikat periode 1993 – 2003, Al Gore.

“Al Gore menekankan manusia harus mengingat asal-usul dan tujuannya, tidak boleh terbawa oleh arus yang tak bisa dikendalikan, dan teguh berpendirian alias kitalah yang menentukan perjalanan”, ucapnya.

Oleh karena itu, ucap Daud, di dalam negeri Sumbu Filosofi yang ditegaskan oleh Sultan Hamengkubuwono 1 pada 1755 (abad 18, red) harus dihayati baik-baik.

“Sederhananya, masyarakat harus bisa menjalin hubungan baik dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam”, punkasnya.• (Shaleh Rudianto media3)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *