KARAWANG, Media3.id- Pantai Pisangan merupakan salah satu pantai yang terdampak tumpahan minyak mentah (Oil Spill). Bukan hanya lingkungan saja yang tercemar tapi tanaman mangrovepun yang tadinya tumbuh subur pada mati bahkan sulit tumbuh lagi. Sabtu (27/02/21).
Lebih kurang 3 bulan ditahun 2019 lalu minyak mentah milik pertamina terus mencemari lingkungan di pesisir pantai Karawang. dampaknya, bukan hanya berdampak pada kesehatan warga tapi ikanpun ada yang mati, bahkan pohon mangrove yang tumbuh subur juga ikut mati tercemar minyak mentah.
Sudah dicoba pohon mangrove yang mati diganti dengan yang baru namun hasilnya nihil. Mangrove yang baru ditanam tersebut tak tahan lama dan berujung kering dan mati.
“pohon mangrovenya pada mati akibat kena limbah waktu itu. pernah ditanami lagi tapi mati lagi, soalnya limbah itukan panas” Kata Suganda warga Dusun Pisangan, Desa Cemara Jaya, Jumat (26/27/21).
Lanjutnya, pasca kena limbah, pohon mangrove yang mati sudah diganti namun hasilnya sia sia karena mangrovenya mati walaupun sudah dua kali tanam
“mungkin dia nyerah kali ya, tanam mati lagi tanam mati lagi, sudah dua kali tanam” jelasnya
Suganda pun menceritakan soal kondisi mangrove sebelum kena limbah minyak mentah milik pertamina. pada saat itu pohon mangrove tumbuh subur namun setelah ada limbah, mangrovenya pada mati.
“kalau dulu sebelum datang limbah, pohon mangrovenya tumbuh subur, tapi setelah ada limbah pada mati. Itukan panas dan mati semua mangrovenya” pungkasnya.
(Dmn hr)






