Kabupaten Bekasi, Media3.id – Sebanyak 32 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jawa Barat resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan 64 perusahaan dari berbagai sektor industri di SMKN 1 Setu, Kabupaten Bekasi. Langkah strategis yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat ini bertujuan untuk memperkuat keselarasan (link and match) antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri (Dudika), Jumat(4/9/2026).
Anggota Komisi V sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jawa Barat, H. M Hasbullah Rahmad, S. Pd, M. Hum, menyambut positif dan memberikan apresiasi tinggi atas terealisasinya kemitraan lintas sektor tersebut.
Bang Has menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri merupakan langkah konkret untuk menekan angka pengangguran terdidik di Jawa Barat, sekaligus mencetak SDM yang memiliki daya saing tinggi.
”Langkah ini sangat strategis dan patut kita apresiasi. Tantangan terbesar pendidikan SMK selama ini adalah menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan menggandeng 64 perusahaan, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mendapatkan pengalaman praktis yang sesuai dengan standar industri,” ujar Bang Has.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup berbagai bidang keahlian prioritas, mulai dari bisnis dan manajemen, pariwisata, teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi informasi, seni dan ekonomi kreatif, hingga bidang otomotif. Melalui kemitraan ini, perusahaan mitra diposisikan sebagai laboratorium kehidupan (living lab) bagi para siswa.
Lebih lanjut, Bang Has mendorong agar sinergi ini terus diperluas ke wilayah lain di Jawa Barat dan tidak berhenti sebatas penandatanganan di atas kertas.
”Kami di DPRD Jabar, khususnya Komisi V, akan terus mendukung kebijakan dan anggaran yang mendorong penguatan vokasi. Kami berharap para kepala sekolah aktif menjemput bola membangun kemitraan, baik dengan industri besar maupun UMKM lokal. Selain itu, hadirnya praktisi industri ke sekolah serta bantuan fasilitas alat praktik yang memadai seperti hibah mesin dari Kementerian Perindustrian akan sangat membantu membentuk kedisiplinan dan budaya kerja siswa sejak dini,” pungkasnya.






