KARAWANG, Media3.id– – Aroma dinasti politik mulai tercium menyengat dalam bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Kepala Desa Amansari aktif, Hanapi, diduga kuat mulai turun gunung demi melanggengkan kekuasaan keluarganya dengan mengampanyekan sang menantu untuk menggantikan posisinya.
Aksi dukung-mendukung ini terendus setelah Hanapi secara terbuka memamerkan dukungannya melalui unggahan status di akun WhatsApp pribadinya. Langkah ini dinilai berbagai pihak sebagai sinyal pemanfaatan pengaruh jabatan demi kepentingan dinasti keluarga.
Dalam unggahan statusnya, Hanapi secara blak-blakan memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar menantunya, Nani Komalasari, bisa memenangkan kontestasi Pilkades untuk periode 2026–2030.
“Asmu,, mohon doanya dan dukungannya neng nani Komalasari periode 2026 2030 semoga Allah Kabulkan,” tulis Hanapi dalam status WhatsApp miliknya, tidak lama setelah sang menantu resmi mendaftarkan diri.
Langkah politis sang kades aktif ini langsung memicu sorotan tajam. Sebagai pejabat publik di tingkat desa, Hanapi dinilai tidak netral dan mencederai asas keadilan dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Alih-alih menjaga kondusivitas dan netralitas, ia justru memilih menggunakan pengaruhnya untuk memastikan kursi kepemimpinan Amansari tetap berada di lingkaran dalam keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan, tindakan pengerahan dukungan lewat media sosial oleh kepala desa aktif tersebut terus menuai polemik di tengah masyarakat yang mendambakan pemilu bersih tanpa intervensi penguasa desa.
(Red)





