Bandung, Media3.id – Anggota Komisi V sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jawa Barat, H. M Hasbullah Rahmad, S. Pd, M. Hum, mendorong pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk memperluas program pelatihan kerja mandiri bagi masyarakat. Langkah ini dinilai krusial guna mencetak wirausahawan baru sekaligus memicu akselerasi ekonomi warga Jawa Barat.
Menurut Bang Has, tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut hadirnya terobosan konkret dari sisi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Pelatihan keterampilan yang berorientasi pada kemandirian usaha dianggap menjadi opsi strategis agar masyarakat tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja formal.
“Kita ingin warga Jawa Barat ‘naik kelas’. Tidak sekadar mencari kerja, tetapi memiliki keahlian khusus untuk membuka usaha sendiri secara mandiri. Pelatihan berbasis entrepreneurship inilah yang menjadi bekal nyata agar mereka tangguh dan berdaya saing,” ujar Bang Has saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung.
Ia menjelaskan, Komisi V DPRD Jabar terus mengawal serta mendorong alokasi anggaran dan program-program di dinas terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskop UKM) agar lebih tepat sasaran. Fokus pelatihan diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian materi teknis, tetapi juga mencakup pendampingan bisnis, literasi keuangan, hingga fasilitasi akses pasar dan permodalan.
“Pelatihan jangan berhenti saat sertifikat dibagikan. Harus ada pendampingan berkelanjutan (mentoring), pengenalan pemasaran digital, hingga akses kredit usaha mikro. Tanpa ekosistem yang utuh, potensi yang dibangun lewat pelatihan bisa meredup di tengah jalan,” tegas politisi PAN tersebut.
Bang Has menambahkan bahwa sektor wirausaha mandiri terbukti menjadi salah satu tulang punggung ketahanan ekonomi daerah dalam menghadapi berbagai dinamika pasar global maupun domestik. Dengan memperbanyak jumlah pengusaha muda dan pelaku usaha mikro di berbagai kota/kabupaten se-Jawa Barat, tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan secara signifikan.
“Jika dalam satu desa atau kelurahan lahir puluhan wirausahawan baru dari pelatihan mandiri ini, mereka tidak hanya memberdayakan diri sendiri, melainkan juga menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitarnya. Inilah multiplier effect yang harus kita ciptakan bersama,” pungkasnya.






