Depok (Jawa Barat), media3.id – Dengan dibukanya turnamen silat bertaraf nasional dengan tajuk ‘BNN 7 Cup 2026’ oleh Wali Kota Depok Supian Suri, pada Kamis (20/8/2026), maka secara resmi 2.882 atlet dari berbagai daerah di Indonesia dengan membawa nama perguruan masing-masing, akan bertarung memperebutkan juara bergengsi dalam kejuaraan tersebut.
Bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Kota Depok, Jalan Raya Boulevard, Grand Depok City, Tirta Jaya, Sukmajaya, Depok, selain bertujuan untuk berkompetisi, turnamen silat yang terselenggara berkat kerjasama apik antara BNN Kota Depok dan Go Silat ini juga sebagai upaya BNN Kota Depok untuk memberikan binaan yang positif terhadap generas-generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.
Kepala BNN Kota Depok Kombes Pol M. Tohir Hendarsyah dalam wawancaranya dengan awak media menyampaikan bahwa, banyak cara para pengedar narkotika, selalu berupaya untuk meracuni anak-anak bangsa dengan narkotika.

“Nahh… dengan turnamen silat dan olahraga, atau dengan hal-hal yang positif lainnya, kami berharap agar para remaja mampu berprestasi dan menjaga dirinya serta keluarganya dari penyalahgunaan narkotika,” ungkap Tohir.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa Pencak Silat merupakan sarana para remaja juga bisa membentengi diri dari pengaruh negatif peredaran penyalahgunaan narkotika.
Lebih lanjut ia membeberkan bahwa Pencak Silat merupakan olahraga tradisional, warisan turun temurun yang mana telah melahirkan prestasi dari tingkat bawah hingga profesional.
“Kami juga mengapresiasi atas dukungan dari Pemerintah Daerah, dimana tadi dari unsur Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) juga turut hadir sebagai dukungan terhadap kegiatan kami,” imbuhnya.
Kedepannya, ia berharap agar turnamen ini terus berjalan, dan menjaring peserta lebih banyak lagi. “Namun demikian, semoga hal ini menjadi bahan evaluasi kami, sehingga kedepannya turnamen silat BNN Cup seri ke-8 nanti, akan lebih baik lagi, tempatnya yang lebih representatif lagi” tuturnya.
Sebagai upaya pencegahan, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan stakeholder terkait, untuk menekan jumlah peredaran narkotika dan tidak memberikan ruang bagi para bandar untuk mengedarkan barang haram tersebut di Kota Depok.
Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Jawa Barat Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono yang turut hadir menyaksikan para atlet bertanding, turut memberi pesan.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta, berlombalah dengan cara yang jujur, untuk itu tingkatkan sportivitas, karena kalah atau menang adalah hal yang biasa,” tegasnya.
Bukan hanya olahraga, dirinya juga membeberkan salah satu program pembinaan sebagai upaya pencegahan yang dimiliki oleh BNN Provinsi Jawa Barat adalah melalui kebudayaan.
“Saat ini kami sedang melakukan persiapan untuk perlombaan Seni Budaya Sunda, piala Bapak Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi atau Kang Dedy Mulyadi (KDM), yakni lomba Kawih Sinom, dimana nanti akan dinilai dari tim penilai, dan jika masuk 8 besar akan tampil di Braga, Bandung. Untuk itu yang mempunyai bakat seni, atau yang mau mengasah bakat seni, silahkan mendaftar,” papar Sulistyo.
Ia menambahkan bahwa semua prestasi baik dibidang olahraga maupun seni, akan mendapatkan sertifikat yang akan menjadi nilai tambah bagi siswa untuk melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi. “Jadi jangan takut untuk berprestasi,” tutupnya.






