BANDUNG (JAWA Barat), media3.id – Atas pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Kota Depok oleh BNNP Jawa Barat bekerjasama dengan BNNP DKI Jakarta, Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah yang turut hadir dalam press conference yang digelar di kantor BNNP Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Gedebage, Bandung, Selasa (18/8), menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada BNNP Jawa Barat dan BNNP DKI Jakarta.
Hal ini merupakan komitmen bersama pemerintah Kota Depok dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kota Depok.
“Hal ini sangat memprihatinkan, dimana tersangka merupakan residivis dan sudah menjalani hukuman dengan kasus yang sama. Namun demikian, kami pemerintah Kota Depok memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada BNNP Jawa Barat dan BNNP DKI Jakarta yang telah mengungkap kasus ini,” kata Chandra.
Ditambahkan Chandra, pemerintah Kota Depok secara tegas mendukung pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Depok. Hal ini untuk menjaga dan melindungi dari rusaknya tatanan mental generasi remaja-remaja Depok menuju Indonesia Emas 2045, dari pengaruh buruknya dan negatifnya narkotika.
Ia pun berpesan kepada tiap-tiap pengurus wilayah, baik Camat, Lurah, RW, maupun RT untuk mendeteksi dini adanya peredaran narkotola di wilayahnya.
“Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat peka bahwa peredaran narkotika sangat berbahaya, dan masyarakat merupakan ganda terdepan. Oleh karena itu kami mengajak kepada masyarakat agar jangan takut untuk melaporkan bila melihat mulai adanya peredaran narkotika di wilayah masing-masing,” terang Chandra.
Ditempat yang sama Kepala BNN Kota Depok Kombes Pol Raden M Tohir menyampaikan keprihatinannya terkait kasus ini. Dirinya mengungkapkan bahwa sebagai penyangga kota-kota besar, Depok harus lebih waspada terhadap hal ini.
“Masuknya jaringan internasional di Kota Depok, ini menandakan bahwa Depok menjadi kota yang strategis untuk menjadi ruang peredaran narkotika. Namun demikian, BNN Kota Depok tidak akan bosan dan akan terus memberantas peredaran narkotika di wilayah Kota Depok,” ungkapnya.
Masih kata Tohir, Namun demikian, BNN Kota Depok tidak bisa berjalan sendiri. Semua elemen masyarakat turut berperan penting dalam mengatasi peredaran narkotika.
“Faktor utamanya adalah keluarga, dan lingkungan masyarakat. Instansi dan lembaga lainnya baik pemerintah maupun stakeholder terkait. Kami juga terus berkoordinasi dan berkolaborasi agar jangan sampai di kota yang kita cintai ini narkotika malah marak,” bebernya
Dirinya menambahkan bahwa BNN Kota Depok terus memberikan kegiatan-kegiatan positif sebagai upaya pencegahan terhadap narkotika. Salah satunya dengan digelarnya Pencak Silat bertaraf nasional bertajuk “BNN Cup 2026” yang akan di gelar beberapa hari kedepan (Ardhie).






