BANJAR, media3.id – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, menyebut Kota Banjar memiliki rekam jejak politik yang dinilai konsisten dalam mempertahankan kemenangan Partai Golkar sejak era pascareformasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Daniel dalam sambutan nya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus Pendidikan Politik Partai Golkar yang berlangsung di Graha Banjar Idaman (GBI), Kota Banjar, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Daniel, Kota Banjar menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil mempertahankan dominasi Partai Golkar dalam kontestasi politik, baik pada pemilihan kepala daerah maupun pemilihan legislatif.
“Yang ada di Jawa Barat itu hanya Kota Banjar yang mempertahankan kemenangannya selama periode-periode pascareformasi,” ujar Daniel.
Ia mengatakan, dalam setiap momentum Pilkada di Kota Banjar, Partai Golkar dinilai mampu mempertahankan pengaruhnya dalam pemerintahan daerah. Begitu pula dalam kontestasi legislatif, Partai Golkar disebut secara konsisten memperoleh hasil yang kuat dan mendapatkan posisi Ketua DPRD Kota Banjar.
Daniel juga menyampaikan apresiasi atas pelantikan Topo sebagai Ketua DPRD Kota Banjar yang baru. Menurutnya, capaian politik Partai Golkar di Kota Banjar tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kader setempat, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi struktur Partai Golkar di kabupaten/kota lain di Jawa Barat.
“Semangat itu, potensi itu, yang harus kita tularkan kepada seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat,” katanya.
Daniel menilai, pendidikan politik yang diberikan di Kota Banjar memiliki karakter berbeda. Pasalnya, menurut dia, secara organisasi dan capaian politik, Kota Banjar dinilai telah berada pada jalur yang sesuai dengan tujuan perjuangan partai.
“Banjar ini sudah sesuai dengan relnya, sudah sesuai dengan tujuan kita berpartai, sudah sesuai dengan apa yang menjadi keinginan dan harapan kita berpartai politik di kabupaten/kota,” ujarnya.
Karena itu, Daniel mengaku tidak perlu memberikan materi pendidikan politik secara panjang lebar kepada kader Golkar Kota Banjar. Ia justru mendorong agar pengalaman dan rekam jejak politik Kota Banjar dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.
“Kalau saya ngisi materi di Kota Banjar, sebetulnya ngisi pendidikan politik. Tapi Banjar ini sudah sesuai dengan relnya,” kata Daniel.
Karena itu, pendidikan politik yang digelar di Kota Banjar tidak semata-mata menjadi forum penyampaian materi kepada kader. Menurut Daniel, capaian Golkar di Banjar justru dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain untuk memperkuat organisasi dan strategi politik masing-masing.
Ia berharap semangat bersatu, solid, maju dan menang yang menjadi bagian dari agenda Musda dan pendidikan politik tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang berkelanjutan.
“Yang sudah baik di Banjar, harus menjadi energi untuk membangun kekuatan Golkar di Jawa Barat,” demikian semangat yang disampaikan Daniel dalam sambutan nya.
(Joe)






