KARAWANG, Media3.id– Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang untuk tahun anggaran 2025 disorot. Sumber pendapatan desa tersebut dinilai sangat minim dan tidak berbanding lurus dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan oleh pemerintah melalui Dana Desa..
Mantan Pjs Kepala Desa Duren yang enggan disebutkan namanya angkat bicara mengenai kondisi tersebut. Ia secara blak-blakan mengungkap bahwa kas desa tidak menerima pemasukan dari sektor-sektor produktif yang selama ini dikelola oleh pemerintah desa.
Menurut pengakuan mantan Pjs Kepala Desa Duren, satu-satunya sumber PADes yang masuk saat itu tahun 2025 hanyalah berasal dari sektor pasar. Fasilitas umum tersebut merupakan hasil kontrak yang ditandatangani oleh kepala desa periode sebelumnya.
“Pendapatan asli desa hanya dari pasar saja. Yang lain tidak ada,” ujar mantan Pjs Kades Duren saat memberikan keterangan kepada media, Jumat (10/07/2026) di aula kantor kecamatan Klari.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai potensi pendapatan lain seperti pengelolaan Tanah Bengkok, program ketahanan pangan, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ia menegaskan bahwa seluruh sektor tersebut sama sekali tidak menyumbang pemasukan bagi PADes.
Pernyataan mantan Pjs Kades ini berbanding terbalik dengan data realisasi anggaran desa. Berdasarkan data resmi lembaga negara, Desa Duren telah mengalokasikan Anggaran Dana Desa yang sangat fantastis untuk program ketahanan pangan selama empat tahun terakhir (2022–2025). Total anggaran yang terserap mencapai Rp1.319.456.800.
Berikut adalah rincian pemanfaatan anggaran ketahanan pangan Desa Duren dari tahun ke tahun:Tahun 2022
Penyediaan hewan ternak (kambing): Rp70.647.000
Penyediaan perikanan (ternak ikan lele): Rp69.659.800
Tahun 2023
Pembangunan kandang sapi: Rp17.970.000
Pengadaan ternak sapi: Rp205.000.000
Tahun 2024
Pengadaan ikan air tawar dan kolam: Rp94.536.800
Pengadaan kambing dan kandang: Rp235.446.200
Pengadaan ayam dan kandang: Rp121.017.800
Tahun 2025
Penyertaan modal BUMDes untuk program ketahanan pangan: Rp505.180.000 yng dikelola BUMDes
Publik kini mulai mempertanyakan asas manfaat dari program-program tersebut. Dengan total dana melebihi Rp1,3 miliar, program peternakan, perikanan, hingga penyertaan modal BUMDes sebesar Rp505 juta pada tahun 2025 seharusnya mampu menjadi mesin pencetak PADes yang mandiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada argumen atau klarifikasi resmi dari pengurus BUMDes maupun pihak Desa Duren terkait dugaan mandeknya kontribusi sektor ketahanan pangan ini ke kas desa
Reporter: Dmn Hr






