Blak-blakan Kepala Kemenag Karawang Tolak Pinangan Jabatan Asda: Singgung Soal Nafsu Kekuasaan

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Di tengah dinamisnya konstelasi birokrasi dan tarik-menarik kepentingan di lingkup pemerintahan, sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, H. Sopian. Ia secara terbuka mengaku sempat mendapat tawaran politis untuk menduduki kursi basah sebagai Asisten Daerah (Asda).

 

Read More

Pernyataan yang sarat akan sinyal manuver elit ini disampaikan Sopian saat berpidato dalam acara Hari Lahir (Harlah) Ikatan Penyuluh Republik Indonesia (IPARI) Karawang ke-3 di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Rawamerta, Selasa (07/07/2026). Meski jabatan Asda dikenal strategis dan memiliki daya tawar tinggi, Sopian memilih menolaknya demi menjaga netralitas dan loyalitas korps.

 

“Saya kalau mau nafsu, saya ditawari untuk menjadi Asda. Namun setelah musyawarah dengan keluarga, saya menolak karena saking mencintainya Kementerian Agama,” ungkap Sopian, Selasa (07/07/2026) di hadapan forum, memberi sinyal bahwa ia enggan terjebak dalam godaan pragmatisme jabatan

 

Ia menegaskan, prinsip pengabdian di institusi vertikal (Kemenag) jauh lebih prinsipil ketimbang melompat ke gerbong birokrasi daerah demi mengejar syahwat kekuasaan. “Alhamdulillah saya enggak mau, kecuali nanti kalau sudah mau pensiun lain lagi,” imbuhnya, sebuah pernyataan diplomatis yang seolah membuka ruang spekulasi di masa depan.

 

Ia menegaskan, prinsip pengabdian di institusi vertikal (Kemenag) jauh lebih prinsipil ketimbang melompat ke gerbong birokrasi daerah demi mengejar syahwat kekuasaan. “Alhamdulillah saya enggak mau, kecuali nanti kalau sudah mau pensiun lain lagi,” imbuhnya, sebuah pernyataan diplomatis yang seolah membuka ruang spekulasi di masa depan

Langkah Sopian yang membongkar “pinangan” jabatan ini ke ruang publik jelas memantik spekulasi politik. Pasalnya, posisi Asda merupakan jabatan karier tertinggi di birokrasi yang kerap menjadi jembatan pengaruh antara kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD).

 

Sadar pernyataannya memicu bola liar, Sopian langsung menunjukkan sikap defensif saat dicecar oleh awak media usai agenda seremonial penanaman pohon. Ia mendadak meralat dan mencoba meredam efek politis dari ucapannya sendiri.

 

“Enggak, enggak, jangan dimuat. Artinya dulu pernah ditawari. Itu mah internal,” kelit Sopian, mencoba menarik diri dari radar sorotan

 

Saat wartawan mendesak lebih dalam mengenai aktor intelektual di balik tawaran tersebut maupun plot posisi Asda yang dimaksud, Sopian memilih bermain aman dan menutup rapat informasi

 

“Rahasia,” pungkasnya menyudahi wawancara

 

Sikap bungkam sang Kepala Kemenag ini justru kian mempertebal misteri. Publik kini berspekulasi, apakah tawaran tersebut murni penyegaran birokrasi, atau bagian dari upaya akomodasi politik terselubung jelang pergeseran kekuasaan di daerah.

 

Reporter: Daman Huri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *