Bandung, Media3.id – Perkembangan teknologi finansial semakin mengubah cara masyarakat bertransaksi. Sistem pembayaran digital kini dianggap lebih praktis, cepat, efisien, transparan, dan aman. Fenomena ini membuka ruang bagi berbagai platform cashless, termasuk AstraPay, layanan di bawah PT Astra International Tbk, Jumat(10/7/2026).
Dalam Media Gathering & Workshop di Bandung, CEO AstraPay, Rina Apriana, menegaskan bahwa Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan pengguna paling pesat.
“Saat ini, tercatat sekitar 17,5 juta pengguna AstraPay di Jabar. Angka tersebut menyumbang 15–20 persen dari total nasional,” ungkapnya.
Rina menambahkan, volume transaksi di wilayah ini sudah menembus 300 juta kali transaksi dengan nilai lebih dari Rp150 triliun.

Rina menjelaskan, pengguna AstraPay berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku UMKM. Menurutnya, sistem pembayaran digital membantu UMKM mengurangi risiko peredaran uang palsu, sekaligus membuat pencatatan keuangan lebih akurat dan transparan.
“Transaksi digital juga memperluas jaringan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM. Karena itu, sektor ini akan menjadi fokus pengembangan kami ke depan,” tegasnya.
Sejalan dengan komitmen AstraPay, Kepala BI KPw Bandung, Naniek Sekarningsih, menuturkan bahwa transformasi digital di Jabar berjalan sangat baik. Hal ini tercermin dari tingginya penggunaan QRIS.
“UMKM adalah pengguna terbanyak instrumen pembayaran digital dengan persentase mencapai 65 persen. Sementara 28 persen lainnya berasal dari usaha kecil dan menengah,” jelas Naniek.
Pertumbuhan pesat AstraPay di Jawa Barat menunjukkan bahwa digitalisasi transaksi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata. Dengan dukungan UMKM sebagai motor utama, ekosistem pembayaran digital di Jabar semakin kuat dan berpotensi menjadi model bagi daerah lain.






