JAKARTA, media3.id – Sebanyak 140 orang unsur PAC, tokoh agama, dan tim formatur Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (9/2/2022) mendatangi kantor DPP PPP Jakarta.
Kedatangan mereka untuk mepertanyakan kejelasan terkait Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang di ajukan oleh tim formatur dan di rekomendasi DPW PPP Jawa Barat.
Ketua tim rombongan Ade Hidayat, SAg, M.Si, membenarkan mendatangi DPP PPP untuk mempertanyakan kejelasan terkait SK hasil Muscab tiga bulan yang lalu.
“Kedatangan kami, secara sepontan di inisiasi oleh PAC dan tim formatur untuk menyampaikan aspirasi, tanpa ada yang membiayai. Hal ini untuk kebesaran partai PPP Kabupaten Garut. Garut merupakan basis suara PPP, ini yang akan bahaya jika DPP tidak secepatnya mengeluarkan SK,” ujarnya, Rabu (9/2/2022) pada wartawan.
Dikatakan Ade, kedatangan rombongan langsung diterima oleh Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Idy Muzayyad, mewakili Ketua Umum dan Sekjen yang saat ini tengah ada acara di Banjarmasin.
“Intinya kami sudah menyampaikan aspirasi untuk kebesaran partai PPP,” cetusnya.
Sementara Wakil Sekretaris Jendral DPP PPP, Idy Muzayyad, mengatakan, aspirasi yang disampaikan oleh PAC, tokoh agama dan tim formatur akan disampaikan secara langsung ke Ketua Umum dan Sekjen.
“Kita harus husnudzon, SK sudah di proses dan saat ini sudah ada di tangan bidang OKK untuk di paraf dan di ajukan ke Ketua Umum,” ucapnya.
Ada mekanisme yang baru, kata Idy, dalam memberikan SK bagi setiap DPC PPP, yang mana harus menandatangani fakta integritas.
“Nanti mekanismenya akan diserahkan ke DPW PPP, untuk diberikan ke Ketua DPC yang tertuang dalam SK,” katanya.
Namun aku Idy, kapan waktunya, pihaknya belum bisa memastikan waktunya. “Jangan sampai timbul kontra produktif nantinya,” ucapnya.
Berdasarkan pantuan, ratusan kader PPP yang terdiri dari PAC, tokoh agama dan tim formatur langsung mengumandangkan takbir sampai acara selesai.(AD – M3)






