KARAWANG, Media3.id– – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mulai diwarnai ketegangan. Ucapan “kurang top” yang dilontarkan oleh Ketua Panitia Pilkades Kalangsari, Ujang Karyadi, kini menjadi bola liar dan menuai sorotan tajam dari publik.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti kepada siapa kalimat “kurang top” tersebut ditujukan. Namun, ucapan itu terlontar tepat setelah salah satu warga mendatangi kantor panitia untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa (balon kades). Pendaftaran Pilkades Kalangsari sendiri diketahui telah resmi dibuka sejak Rabu, 2 September 2026.
Sikap Ketua Panitia ini disayangkan oleh sejumlah pihak. Kehadiran warga yang mendaftar di hari kedua semestinya mendapat apresiasi positif karena dinilai turut menyukseskan dan memeriahkan pesta demokrasi di tingkat desa.
Selain persoalan ucapan tersebut, Ujang Karyadi juga memicu kontroversi lain karena diduga enggan diwawancarai oleh media jika di dalam ruangan terdapat pihak luar, termasuk aparatur desa yang bukan bagian dari internal panitia Pilkades.
“Jadi begini ya kalau mau kita itu, kita sebaiknya di sini misalkan bukan anggota keluar. Kalau bisa intern, jadi kalau misalkan kita bersama-sama di sini, ini bukan anggota KPPS,” ujar Karyadi, Rabu (2/9).
Ia menekankan bahwa proses wawancara seharusnya bersifat tertutup. “Inikan intern kalau mau wawancara antar kita dengan ini (wartawan),” pungkasnya.
Sikap kaku Ketua Panitia tersebut langsung mendapatkan perhatian dari sekertaris desa Kalangsari di lokasi. Pasalnya, saat peristiwa terjadi, Sekretaris Desa (Sekdes) Kalangsari dan perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebenarnya sedang berada di dalam ruangan yang sama.
Mendengar pernyataan ketat dan terkesan membatasi dari Ketua Panitia, Sekdes Kalangsari langsung berpamitan dan memilih keluar dari ruangan sebagai bentuk respons atas ucapan Karyadi.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih mempertanyakan transparansi kepanitiaan Pilkades Kalangsari serta maksud di balik pernyataan “kurang top”.
Reporter: Dmn Hr






