KARAWANG, Media3.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2026/2027 selama lima hari, yakni pada 15, 16, 17, 20, dan 21 Juli 2026.
Meski semua sekolah mengacu pada pedoman yang sama, terdapat perbedaan intensitas materi antara sekolah berstatus “Sekolah Maung” dan sekolah non-Maung. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SMAN 5 Karawang, Saepul, selaku pimpinan salah satu sekolah yang menyandang status Sekolah Maung.
Menurut Saepul, secara garis besar seluruh sekolah di Jawa Barat mengikuti petunjuk teknis (juknis) resmi dari Disdik Jabar. Isu-isu penting seperti ekologi dan kepedulian terhadap lingkungan bela negara taan hukum dan wawasan kebangsaan tetap menjadi menu wajib bagi seluruh siswa baru.
Namun, Sekolah Maung memiliki tanggung jawab untuk melakukan pendalaman materi secara lebih intensif dibandingkan sekolah non-Maung.
“Kalau dilihat dari pedoman MPLS Disdik Jabar sepertinya sama. Perbedaannya mungkin nanti lebih kepada pendalamannya saja. Kalau Sekolah Maung harus lebih mendalam, tapi kalau secara pedomannya sama,” ujar Saepul, Senin (06/07/26)
Saat dikonfirmasi mengenai apakah MPLS di SMAN 5 Karawang yang merupakan sekolah maung ada kegiatan semi militer selama MPLS di Sekolah Maung, Saepul menjelaskan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang dimaksud murni bertujuan membentuk karakter siswa.
“Sebenarnya bukan semi militer. Mungkin ada pendidikan karakter yang bekerja sama dengan TNI. Artinya, anak tidak wajib militer,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan pembekalan siswa baru, MPLS tahun ini, SMAN 5 Karawang akan menghadirkan berbagai pemateri kompeten dari luar lingkungan sekolah diantarnya Kejaksaan Negeri Karawang, Kodim Karawang, Kapolresta Karawang dan BNN Karawang
Adapun tujuannya kolaborasi ini, para siswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga mendapatkan edukasi hukum, pencegahan narkoba, tata tertib lalu lintas, hingga wawasan kebangsaan sejak hari pertama sekolah.
Reporter: Dmn Hr






