Klaim Bombastis Proyek SDN Makmurjaya 1 Karawang: Disebut Tahan Gempa 10 SR, tapi Ahlinya di Indramayu

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Proyek pembangunan gedung SDN Makmurjaya 1 di Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, menuai polemik tajam. Di tengah sorotan miring mengenai kualitas material dan absennya tenaga ahli di lapangan, pihak kontraktor justru melontarkan klaim bombastis yang dinilai tidak masuk akal secara teknis.

 

Read More

Proyek bernilai Rp 3,17 miliar yang bersumber dari APBD Karawang tahun anggaran 2026 ini dikerjakan oleh PT Kita Lumampah Mulia. Dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender sejak 7 Juli 2026, proyek ini sudah memicu keraguan publik di awal masa kerjanya.

 

Agus, pengawas dari PT Kita Lumampah Mulia, dengan percaya diri mengklaim bahwa gedung dua lantai ini dirancang mampu menahan gempa hingga kekuatan 10 Skala Richter (Magnitudo). Angka ini secara ilmiah sangat ekstrem, bahkan melampaui kekuatan gempa terdahsyat yang pernah menerjang Aceh maupun China.

“Ini kan sudah dipertahankan sesuai dengan desain perencanaannya juga sudah matang, jadi perhitungannya sudah pasti tahan gempa. Kekuatannya tahan gempa hingga 10 Skala liter (Richter),” ujar Agus sesumbar saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (25/7/2026).

 

Agus berdalih, kekuatan luar biasa tersebut bertumpu pada penggunaan pondasi cakar ayam dan material besi. Namun, saat didesak mengenai keberadaan tenaga ahli yang mampu mempertanggungjawabkan kalkulasi ekstrem tersebut, Agus berkilah. Ia menyebut sang ahli tidak berada di lokasi, melainkan sedang di kantor Indramayu.

Klaim “super kokoh” dari pengawas tersebut berbanding terbalik dengan fakta visual di lokasi. Berdasarkan pantauan media, metode pemasangan pondasi diduga dilakukan secara asal-asalan. Batu kali disinyalir sekadar ditumpuk, lalu disiram adukan semen di atasnya, baru kemudian disusun seperti pemasangan batu biasa.

 

Kejanggalan ini diperkuat oleh kesaksian pekerja proyek yang membongkar dugaan bobroknya manajemen material. Pasir untuk pengecoran struktur utama diduga disamakan begitu saja dengan pasir untuk pasangan pondasi biasa.

 

“Kalau menurut saya pribadi, pasir untuk coran dan pasangan batu itu harus dibedakan. Pasir coran kualitasnya harus lebih bagus supaya struktur bangunan kuat,” ungkap seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (22/7/2026).

 

Di sisi lain, pernyataan pekerja tersebut langsung dibantah oleh pengawas proyek lainnya, Yana. Ia menegaskan bahwa kualitas pasir yang digunakan untuk pengecoran dan adukan pondasi telah memenuhi standar kelayakan mutu. Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi keraguan yang sempat dilontarkan oleh tukang bangunan di lokasi.

 

“Pembangunan pondasi memang menggunakan pasir ekstra. Jenis pasir ini memiliki fungsi ganda, sangat aman dan kuat baik untuk struktur pondasi maupun untuk campuran pengecoran,” kilah Yana saat dikonfirmasi di lokasi proyek, Jumat (24/7/2026).

 

Reporter: Dmn Hr

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *