Dari Bangkrut hingga Jadi Affiliate, Perjalanan Hendra Permana Putra Bangun Harapan Lewat Dunia Digital

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Bagi Hendra Permana Putra, pengalaman bangkrut, kehilangan usaha, hingga bekerja sebagai pengemudi ojek online justru menjadi titik balik yang membawanya menemukan peluang baru di dunia digital sebagai content creator dan affiliate marketer.

 

Read More

Pria yang kini menetap di Bogor itu merupakan seorang suami dan ayah dari tiga anak. Lahir dan besar di Lampung hingga lulus SMP, Hendra kemudian melanjutkan pendidikan di Sukabumi sebelum merantau ke Jakarta untuk bekerja dan membangun keluarga.

 

Perjalanan hidupnya tidak berjalan mulus. Setelah berkarier di dunia ritel, Hendra memutuskan membangun usaha sendiri. Namun usahanya mengalami kebangkrutan, memaksanya mencari berbagai cara agar tetap dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

 

“Saya tahu rasanya gagal. Saya tahu rasanya tidak punya teman karena tidak punya uang. Saya juga tahu rasanya meminta bantuan, tetapi justru diminta membayar,” ujar Hendra, Minggu (26/7/2026) usai mengisi acara Workshop kepada awak media.

 

Keadaan mulai berubah setelah ia mengenal dunia affiliate marketing. Selama hampir satu tahun terakhir, Hendra menekuni profesi sebagai affiliate dan content creator melalui akun media sosial KATA BROTO.

 

Berbekal pengalaman belajar secara mandiri, Hendra memilih membagikan pengetahuan yang dimilikinya kepada masyarakat tanpa memungut biaya. Menurutnya, banyak orang memiliki potensi untuk memperoleh penghasilan dari dunia digital, tetapi belum memahami strategi yang tepat.

 

“Saya menemukan jalannya dengan cara saya sendiri, tanpa belajar di mana pun. Karena itu saya ingin membagikan ilmu ini secara gratis supaya lebih banyak orang bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

 

Dalam berbagai kesempatan berbagi materi, Hendra juga menekankan pentingnya memahami cara kerja algoritma platform e-commerce. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang affiliate bukan ditentukan oleh banyaknya produk yang dipajang, melainkan bagaimana produk tersebut mampu terjual dan memiliki performa yang baik di dalam sistem.

 

Ia menyarankan para affiliate untuk fokus menjual produk yang sudah dipilih terlebih dahulu sebelum menambah produk baru.

 

Sementara produk dengan performa rendah dapat diprivatkan apabila bukan merupakan produk hasil permintaan sampel dari penjual.

Menurut Hendra, pola promosi di platform digital juga terus berkembang. Peluang untuk menjangkau konsumen tidak lagi hanya bergantung pada jumlah pengikut atau popularitas akun.

 

“Setiap orang punya kesempatan yang sama. Yang membedakan adalah kemauan untuk belajar, memahami algoritma, dan konsisten membuat konten,” tuturnya.

 

Kini, Hendra membawa visi membantu pelaku UMKM agar produk-produk berkualitas semakin dikenal masyarakat melalui pemasaran digital. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga mendukung pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.

 

Bagi Hendra, perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir. Dengan kemauan untuk belajar dan beradaptasi, setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *