Pamit Keluar Rumah Pagi Hari, Remaja 17 Tahun Berakhir Ditemukan Meninggal di Sungai Citanduy

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Kepergian Wapa Rizki Gozali (17), warga Kota Banjar, pada Sabtu (31/10/2026) pagi berujung duka bagi keluarganya. Remaja yang memiliki riwayat penyakit epilepsi itu ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di sekitar persimpangan Sungai Ciroas, Kecamatan Pataruman.

 

Read More

Sebelum ditemukan meninggal, Wapa diketahui berpamitan kepada ibunya sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, tidak ada firasat keluarga bahwa kepergian korban akan menjadi peristiwa terakhir yang mereka saksikan.

 

Ayah korban, Aef, mengatakan anaknya telah memiliki riwayat penyakit epilepsi selama sekitar tujuh tahun.

 

“Penyakit epilepsi sudah sekitar tujuh tahun. Tadi pagi sekitar pukul 06.00 dia pamit kepada ibunya mau main,” kata Aef.

 

Beberapa jam kemudian, kabar mengejutkan datang dari kawasan Sungai Citanduy. Warga yang sedang memancing melihat jasad mengapung di tengah aliran sungai.

 

Salah seorang saksi, Galih Sandi Pratama, mengaku awalnya melihat jasad tersebut dari arah atas. Karena posisi jasad berada di tengah sungai, ia kemudian berinisiatif membantu mengevakuasinya menggunakan kail pancing.

 

“Yang pertama kena belum berhasil. Kemudian yang kedua kalinya kena,” ujar Galih.

 

Saat itu, Galih mengaku belum mengetahui identitas korban. Sejumlah warga lainnya juga turut melihat jasad yang mengapung di tengah sungai.

 

Laporan penemuan jasad tersebut kemudian diterima Polsek Pataruman sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WIB.

 

Kapolsek Pataruman IPTU Hermawan mengatakan proses evakuasi cukup terkendala karena lokasi penemuan korban sulit dijangkau.

 

“Kami menggunakan perahu pasir dari lokasi TKP untuk mengevakuasi korban menuju Cikadu dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit,” kata Hermawan.

Berdasarkan keterangan awal dari keluarga, korban diketahui memiliki riwayat epilepsi. Polisi sementara menduga korban meninggal akibat tenggelam.

 

Hermawan mengatakan dari pemeriksaan awal secara kasat mata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Tidak ada tanda-tanda secara fisik. Kondisinya juga masih segar, kemungkinan belum lama berada di dalam air,” ujarnya.

 

Meski demikian, proses pemeriksaan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

 

Kepergian Wapa kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Polisi turut menyampaikan belasungkawa dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan atas musibah tersebut.

 

Reporter (Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *