Anggaran Ratusan Juta, Bangunan SMPN 5 Karawang Barat Justru Tak Terawat

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id– Kondisi sarana dan prasarana di lingkungan sekolah negeri kembali menjadi sorotan. Bangunan utama Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Karawang Barat yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Karawang yang tidakjauh dari kantor bupati dan DPRD Karawang, saat ini terkesan kumuh dan kurang mendapatkan perawatan semestinya dari pihak manajemen sekolah.

 

Read More

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, tanda-tanda kerusakan dan pembiaran terlihat jelas pada aspek estetika dan struktural gedung. Dinding bangunan utama kini nampak kusam dan memudar.

 

Pemandangan paling mencolok terlihat di sudut bangunan lantai tiga, di mana beberapa pohon kayu tumbuh subur dan mencuat di sela-sela beton. Keberadaan tanaman liar berkayu tersebut seolah sengaja dibiarkan tanpa ada upaya pembersihan, yang dikhawatirkan dapat merusak struktur dinding dalam jangka panjang.

Kondisi tidak kalah memprihatinkan juga dijumpai pada gedung dua lantai yang terletak di bagian belakang area sekolah. Di lokasi tersebut, sejumlah plafon atau langit-langit ruangan terpantau sudah jebol dan runtuh. Senada dengan gedung utama, lapisan cat pada fasilitas gedung belakang ini pun sudah sangat usang dan kusam.

 

Ironisnya, dugaan pembiaran fasilitas belajar ini berbanding terbalik dengan besarnya kucuran dana yang diterima pihak sekolah. Berdasarkan data yang dihimpun, SMPN 5 Karawang Barat mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin hingga ratusan juta rupiah setiap tahunnya. Bahkan, pada tahun anggaran 2025 lalu, serapan biaya untuk pemeliharaan sarana dan prasarana dilaporkan menembus angka di atas Rp 200 jutaan.

 

Tingginya alokasi anggaran yang tidak selaras dengan realitas di lapangan memicu pertanyaan besar terkait efektivitas penggunaan dana tersebut. Guna mendapatkan perimbangan informasi (cover both sides), awak media telah mendatangi sekolah untuk meminta konfirmasi langsung mengenai rincian dan realisasi anggaran pemeliharaan kepada pimpinan sekolah.

 

Namun hingga berita ini diturunkan, baik Kepala Sekolah maupun Wakil Kepala Sekolah SMPN 5 Karawang Barat belum dapat ditemui. Melalui staf sekolah, pihak manajemen beralasan sedang sibuk dengan agenda lain. Akibatnya, publik dan media belum bisa menerima informasi yang akurat serta transparan mengenai tata kelola biaya pemeliharaan fasilitas di sekolah tersebut.

 

Reporter: Dmn Hr

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *