KARAWANG, Media3.id– Walaupun berada di pinggiran kota Karawang dan tidak jauh dari kantor Bupati dan DPRD Karawang, namun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Karawang Barat, Kabupaten Karawang masih kekurangan fasilitas yaitu tidak mempunyai ruangan guru dan lainnya. Jumat (22/05/26).
Pihak sekolah terpaksa mengalihfungsikan ruang laboratorium menjadi ruang guru, menghadapi kendala halaman sekolah yang kerap tergenang air, hingga masalah keamanan akibat area belakang sekolah yang belum dipagar.
Kepala SMPN 8 Karawang Barat, Mamay Abdullah, mengungkapkan bahwa ketiadaan ruang guru yang definitif membuat pihaknya tidak memiliki pilihan lain selain mengorbankan fasilitas laboratorium. Akibat pengalihan fungsi ini, kegiatan praktikum siswa pun menjadi tidak maksimal.
“Saat ini kami belum punya ruangan guru, sehingga ruangan laboratorium terpaksa dijadikan ruangan guru,” ujar Mamay kepada wartawan.
Selain krisis ruang kerja bagi tenaga pendidik, infrastruktur luar ruang sekolah ini juga bermasalah. Setiap kali hujan deras mengguyur, halaman utama sekolah langsung berubah menjadi becek dan berlumpur. Kondisi ini dipicu oleh konstruksi paving blok yang mulai amblas di berbagai titik.Mamay menjelaskan, amblasnya paving blok tersebut disebabkan oleh kontur tanah sekolah yang masih sangat labil. Hal ini terjadi lantaran lahan yang digunakan untuk membangun sekolah tersebut dulunya merupakan bekas area perkebunan. Kondisi halaman yang becek ini diakui sangat mengganggu jalannya aktivitas luar ruangan bagi para siswa, terutama saat pelaksanaan upacara bendera maupun kegiatan olahraga.Faktor keamanan sekolah juga menjadi sorotan tajam. Hingga saat ini, area belakang sekolah sama sekali belum memiliki pagar pembatas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait aspek pengawasan dan keamanan lingkungan sekolah.Melalui momentum ini, Mamay berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera melengkapi kekurangan fasilitas di sekolahnya. Pihak sekolah mendesak adanya pembangunan ruang guru baru, perbaikan permanen pada halaman sekolah, serta pembuatan pagar pembatas demi keamanan.”Kami sangat berharap kekurangan fasilitas ini dapat segera dilengkapi. Dengan begitu, ruangan laboratorium bisa dikembalikan fungsinya sebagaimana mestinya untuk belajar siswa, dan kegiatan upacara tidak terganggu lagi hanya gara-gara halaman becek bila hujan,” pungkasnya.
Reporter: Dmn Hr





