Jelang People Power, Bupati Pati Minta Maaf

  • Whatsapp

PATI (Jateng), media3.id – Bupati Pati, Sudewo, akhirnya meminta maaf terkait kericuhan saat Satpol PP merebut donasi yang dikumpulkan aliansi masyarakat Pati Bersatu untuk unjuk aspirasi menolak kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen. Dia juga minta maaf karena sebelumnya menantang soal demo ’50 ribu massa silakan’.

Permintaan maaf tersebut disampaikan di depan pewarta, Kamis (7/8/2025) pagi.

Sehari sebelumnya, Rabu (6/8/2025), Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri bergerak ke Pati untuk menyelidiki dasar hukum serta latar belakang kenaikan hingga 250 persen tersebut. Arah kebijakan kenaikan PBB-P2 inipun menjadi di persimpangan jalan, tetap lanjut ataukah dihentikan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Bupati Pati Sudewo menyebut akan menaikkan tarif PBB – P2 hingga 250 persen usai memimpin rapat intensifikasi bersama para camat dan paguyuban solidaritas kepala desa dan perangkat desa Kabupaten Pati (Pasopati) pada Minggu (18/5/2025) silam.

Masyarakat Pati kemudian bereaksi, karena menilai rencana kebijakan tersebut sangat memberatkan beban hidup masyarakat. Hingga pada Rabu (6/8/2025) siang situasi di Pati kian memanas, usai Plt Sekretaris Daerah (Sekda), Riyoso, perintahkan Satpol PP menyita seluruh logistik donasi dari masyarakat yang ditumpuk di depan Kantor Bupati Pati.

Logistik yang berupa minuman, makanan dan buah-buahan tersebut dimaksudkan masyarakat untuk mendukung aksi unjuk aspirasi yang akan dilangsungkan pada Rabu, 13 Agustus 2025 mendatang.

Setelah insiden tersebut, sejumlah warga yang tidak terima langsung berbondong-bondong mendatangi kantor Satpol PP Pati. Mereka menuntut agar donasi yang telah diberikan oleh masyarakat segera dikembalikan.

Nama Riyoso, pun menjadi sorotan. Banyak pihak yang mempertanyakan dasar hukum dan etika di balik perintahnya untuk menyita bantuan warga yang bersifat sukarela tersebut.• (Shaleh Rudianto media3)

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *