Mochamad Taufik Kecewa Dirinya Dibebastugaskan sebagai Ketua PAC PDIP Cimahi Utara Tanpa Mekanisme Aturan yang Berlaku
CIMAHI, Media3.id – Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kecamatan Cimahi Utara, Mochamad Taufik telah mengundurkan diri dari Kepengurusan PAC PDIP Kecamatan Cimahi Utara.
Hal itu diungkapkan oleh Taufik pada media, alasan dirinya mengundurkan diri dikarenakan menerima Surat Keputusan dari Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Cimahi, bahwa Taufik yang dibebastugaskan dari Ketua PAC PDIP Kecamatan Cimahi Utara.
“Memang betul informasi apa yang rekan-rekan media dapat, hari ini 17 Juli 2025, saya mengundurkan diri dari Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kota Cimahi,” ungkap Taufik.
Sebab musababnya Taufik mengundurkan diri, menurut dirinya merasa kecewa,
“Karena secara tiba-tiba, tanpa salah apapun, saya juga tidak tahu dan saya juga tidak pernah dipanggil oleh Badan Kehormatan, saya tidak pernah dipanggil oleh Pak Kabid bidang organisasi, apa sebenarnya yang terjadi, apa dosa saya yang saya lakukan, sehingga partai memutuskan, membebastugaskan saya sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kota Cimahi,” beber Taufik kecewa.

Secara gamblang, Taufik kecewa dengan surat pembebastugasan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Jadi, itu kekecewaan saya kenapa mengundurkan diri dari kepengurusan PAC, mestinya kan kalaupun saya ada salah, mestinya saya dipanggil dulu, oleh Pak Kabid Organisasi, dan dikonfirmasikan ke saya, ditanya apa salah, apa benar yang terjadi di lapangan yang sesungguhnya,” terang Taufik.
Sehingga jadi tanda tanya Taufik, bahwa mekanismenya atas pemecatan dirinya sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cimahi Utara, tidak dilakukan dengan sebenar-benarnya.
“Tiba-tiba saja muncul Surat Keputusan yang membebastugaskan saya, marwah saya merasa diinjak, saya ikut membesarkan partai ini, rekan-rekan juga tahu, dari Cimahi masih Kotif, masih Kabupaten Bandung pada waktu itu,” jelas Taufik.
Sampai sekarang Taufik sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Cimahi Utara,
“Semua instruksi partai saya lakukan, instruksi partai baik secara pribadi maupun sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cimahi Utara, saya laksanakan, tidak ada satupun instruksi partai yang saya bantah,” ucap Taufik.
Yang disesalkan oleh Taufik, alasannya kenapa secara tiba-tiba ada Surat pembebastugasan terhadap dirinya.
“Nah, berangkat dari situlah, karena merasa harga diri saya tidak ada, dipermalukan, diinjak tanpa sebab, saya juga punya tras, punya keluarga, rekan, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Hal ini tentunya menjadi tanda tanya besar bagi Taufik itu sendiri, sehingga karena kekecewaan itulah, akhirnya Taufik lebih baik mengundurkan diri sebagai pengurus di PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cimahi Utara.
“Saya hari ini, dengan penuh kesadaran, tidak dipaksa oleh siapapun, ataupun oleh pihak manapun, saya hari ini 17 Juli 2025 mengundurkan diri dari Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kecamatan Cimahi Utara,” tegasnya.
Ditambahkan pula oleh Taufik, bahwa dirinya masuk dalam kepengurusan PDI Perjuangan Kota Cimahi dirinya tidak dibawa sama orang,
“Arti kata saya masuk sendiri, memilih PDI Perjuangan sebagai rumah ideologis saya, semenjak Cimahi masih berstatus Kotif yang masih menginduk ke Kabupaten Bandung,” papar dia.
Taufik berangkat pertama jadi Ketua Anak Ranting di tingkat RW,
“Lima tahun kemudian saya menjadi Sekretaris Ranting Kelurahan Cibabat, dan lima tahun kemudian saya menjadi Ketua Ranting Kelurahan Cibabat, dan lima tahun kemudian saya menjadi Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cimahi Utara, lalu lima tahun kemudian saya dipercaya dan diberi amanat menjadi Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cimahi Utara,” paparnya.
Jabatan Ketua PAC tersebut, menurut Taufik sampai hari kemarin sebelum terbit Surat pembebastugasan dirinya sebagai Ketua PAC.
“Tapi menurut saya, ada hal-hal lain, ada agenda politik yang besar dibalik semua ini, dibalik pembebastugasan saya tersebut, dan saat ini sudah dibentuk dan dilantik Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cimahi Utara yang baru,” tandasnya.
Begitu pula Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi Agung Yudaswara, saat dihubungi via telepon selulernya, dua kali dan dikirim voice note, sampai berita ini dinaikkan, tidak ada jawaban.
(Sinta)






