Jogyakarta, Media3.Id — Ganjar Pranowo dan Mahfud MD makan siang bersama para seniman Jogja di kediaman Butet Kertaradjasa di Kasihan Bantul, Senin (11/3/2024). Beberapa hal dibicarakan, yang sebagian besar menjawab pertanyaan para seniman terkait langkah selanjutnya pasangan capres nomor urut 03 tersebut ke depan.
Saat memberi sambutan awal, Mahfud mengatakan bahwa ia tak ingin membicarakan politik saat agenda makan siang tersebut. Namun, pertanyaan para seniman ternyata tak jauh dari politik karena mereka menyampaikan harapan Ganjar-Mahfud tetap pada prinsip menjaga demokrasi yang dirasa tak lagi pada jalurnya saat ini.
Mahfud MD menceritakan ikhwal pertemuannya bersama Megawati Soerkarnoputri dan 16 tokoh masyarakat beberapa waktu lalu. Ia mengungkap cerita Prof Sulistyawati yang menangis karena sedih Indonesia porak porandanya demokrasi saat ini.
Mahfud juga mengungkap alasan saat ini memilih tak banyak berucap terkait gerakan hak angket atau gugatan ke Mahkamah Konstitusi, karena menjadi prinsipal sebagai capres-cawapres dalam kontestasi. Namun seperti apa yang disampaikan Megawati saat bertemu para tokoh untuk tetap meneruskan hak angket dan gugatan ke MK, Mahfud juga mengamini langkah tersebut.
“Bu Mega itu mau (memimpin gerakan) tapi belum saatnya karena perkembangan politik dinamis. Bu Mega menganggap angket dan MK langsung jalan saja tapi Bu Mega belum merasa perlu (memimpin). Bu Mega masih menanti dan melihat situasi. Angket itu urusan teknis legislatif. Bu Mega menunggu saat yang tepat,” ungkap Mahfud.
Sementara Ganjar Pranowo, menyampaikan masih akan menanti 20 Maret saat KPU mengumumkan hasik pemilu. Ia memilih mengikuti aturan perundangan yang berlaku sambil terus bekerja menggali data-data terkait hal-hal tak baik dalam pemilu.
Dalam momen tersebut, Ganjar juga menyatakan tetap akan pada posisi yang disampaikan sebelumnya untuk berdiri mengontrol jalannya pemerintahan dan demokrasi Indonesia dari posisi yang seharusnya. Namun saat ini ia memilih menanti pengumuman secara resmi dan proses yang ditempuh setelah itu, sebab masih menjadi pihak prinsipal.
“Di sisi lain kontrol penting, agar demokrasi bisa berjalan kembali. Makin hari banyak kawan datang menyampaikan pendapat. Kita harus kontrol pemerintahan berjalan dengan baik,” tandas Ganjar.
Meski pembicaraan terkesan cukup berat, namun suasana pertemuan dan makan siang berjalan santai. Acara santai berjalan sekitar 2,5 jam di mana kemudian Ganjar dan Mahfud MD pamit. Jogya, Senin (11/3/2024).






