Foto/Video : Istimewa/Wahyu Tri3Joko/Media3.Id/Dok.
Jakarta, Media3.Id — Catatan bincang santai dengan Cary Greant Skm salah satu, seorang relawan politik, yang berkediaman di Kemayoran Jakarta- Pusat yang sejak tahun 2012, sudah terlibat dalam gerakan relawan pendukung Jokowi- Ahok. Carry Greant, Akrab biasa dipanggil banyak kolega sesama relawan Jokowi, menyampaikan dalam pandangannya tentang fenomena dan antisipasi munculnya sikap rasa kecewa relawan atau pun individual terkait pergerakan politik nasional yang makin hangat menjelang puncak pelaksanaan pesta demokrasi menjelang tahun 2024, yang tinggal hitungan beberapa bulan lagi.
“Cary Greant Skm, sebelum nya dikenal melalui akun Facebook, YouTube nya bernama, Cary Greant Skm dan akun medsos Laskar Nusantara terlihat terjun ke dunia politik secara individual keluarga Cary Greant Skm atau bersama isterinya Surtiningsih Greant dan anaknya Junior Greant, “Ungkapnya Kepada awak media, Di Jakarta, Kamis, (26/10/2023).
Rangkuman bincang santai dengan, Ketua Umum organisasi pendukung Jokowi sejak 2012, Begitu pun untuk Ganjar~ Mahfud MD di tahun 2024, Cary Greant Skm demikian ;
bahwa musim pemilu selalu menjadi magnet tersendiri bagi berbagai kalangan termasuk masyarakat awam yang merasa penasaran dan akhirnya mulai terjun apakah sebagai relawan, petugas partai, Caleg, Timses, Caleg DPD, DPRD, DPR, Capres, Cagub, Cabup, Cakot dan lain- lainnya, “Imbuh, Carry greant, menambahkan keterangan dalam wawancaranya kepada kami jurnalis yang hadir.”
Sering kali akibat saking cintanya atau nge- fans dengan salah satu kandidat yang menjadi idola atau kelompok, partai atau pun koalisinya si pemain baru percaturan politik itu rela saja mengorbankan atau melakukan apapun yang bisa dilakukan demi kesuksesan idolanya.
Malangnya ketika idolanya gagal atau berhasil tapi melupakan nya atau dianggap nya berkhianat atau berubah dari aslinya saat awal di kenalnya itu membuat yang tersebut, menjadi stress atau antipati bisa menjadi GOLPUT, kalap atau bahkan menyerang habis- habisan tanpa pikir resiko nya mengingat posisinya hanya sekedar rakyat biasa saja.
Untuk mencegah hal buruk itu terjadi maka perlu diingat kan agar semua pendatang baru atau yang merasa terpanggil hatinya untuk terlibat dalam urusan pergerakan sosial politik baik level Kota, Kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Global agar sejak dini dibekali atau membekali sendiri dirinya dengan doktrin- doktrin yang menjadi modal dasar yang harus ditanamkan yaitu: wajib menjunjung tinggi etika, hati nurani, logika, hukum, adat- istiadat yang berlaku, dan selalu peka membaca fenomena taktik perang psikologis media elektronik , media online, medsos, selebaran, baliho, Kaos , stiker dll APK demi perebutan opini alias simpati pemilik suara bagi kepentingan masing- masing pihak peserta pemilu.
Pendatang baru sebaiknya dilatih dan kontrol diri setiap hari, apakah psikologi atau mentalnya masih tetap stabil, pikirannya tetap rasional dan proporsional menyikapi berbagai dinamika dan kejutan- kejutan yang sangat aneh bagi nalarnya saat itu, dan lain- lainnya.
Dalam percaturan politik itu sangat dinamis dan selalu bergerak mencari titik posisi pemegang kunci istana atau parlemen bagi elit lama atau pun yang baru menjadi elit. Segala cara dan taktik bisa saja dilakukan, tak peduli apakah itu beresolusi panas suhu politik ataupun berpotensi konflik horizontal misalnya akibat menggunakan politik identitas atau SARA, hoax, ujaran kebencian, intimidasi, provokasi dan sebagainya.
Bisa saja pemain catur politik yang baru awalnya memang tulus ikhlas berjuang demi bela negara ingin partisipasi membangun bangsa nya, tapi ditengah jalan justru berubah menjadi tikus yang menggerogoti atau merusak kemurnian pergerakan politik yang seharusnya demi kemajuan bangsanya menjadi egois dan tega melakukan apapun yang irrasional bahkan tega menghabisi rekannya sendiri. Se- tidak sedikit politisi papan atas atau pun yang kelas teri yang sudah menjadi pasien RSJ, KPK, atau pun “disekolahkan” di lembaga pemasyarakatan bahkan diperhadapkan hukuman mati atau seumur hidup makan menu gratis di LP.
Disamping resiko perorangan yang demikian juga bisa timbul fenomena dendam dimana-mana atau merebak di ruang publik akibat rasa kecewa mendalam bagi kalangan “pemuja idola” yang merasa tersakiti atau disakiti pujaannya. Rasa dendam dimana-mana itu sangat buruk akibatnya bila tidak cepat terdeteksi dan diantisipasi pihak pemerintah bersama petugas keamanan negara. Sudah banyak contoh negara yang rontok akibat munculnya sikap kecewa, antipati, tidak percaya, bahkan mungkin amarah yang terwujud dalam demonstrasi fisik ataupun viral di dunia maya atau suara netizen. Walaupun awalnya suara netizen bisa dibendung pada akun medsos sang idola tapi suara netizen di platform media umum dan medsos pribadi mustahil bisa dibendung idolanya.
Dalam menutup perbincang santai ini, Cary Greant Skm, berpesan semoga tidak benar terjadi atau berlarut fenomena perasaan dendam yang tersebar dimana-mana itu. ” Relawan atau petugas partai wajib saling support dan mengingat kan sesamanya untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosional menyaksikan drama politik level tinggi, Doa kita semua anak bangsa tentunya semoga bangsa Indonesia maju jaya dan berwibawa bersama dengan terpilihnya Calon Pemimpin Nasional bangsa kita yang benar-benar direstui Tuhan yang maha esa, Tambahnya.”
Sebagai relawan pendukung GANJAR-MAHFUD yang sejak bulan Mei 2022 sudah Deklarasi bersama organ relawan Laskar Nusantara (LANUSA) memastikan diri dan keluarga besar Laskar Nusantara yang tersebar di berbagai wilayah agar berjuang sesuai hati nurani dan koridor hukum yang berlaku dan selalu mengingat pesan-pesan yang disampaikan Capres dan Cawapres idola saat ini yaitu Pak GANJAR PRANOWO dan MAHFUD MD bersama arahan para Ketum Parpol koalisinya terutama ibu Megawati Soekarno putri bersama Pak Arsyad Rasyid selaku Ketua Tim Pemenangan Nasional, GANJAR-MAHFUD. Hastag Relawan : *#ganjarmahfud2024.* Jakarta, Kamis, (26/10/2023).






