Anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi NasDem, H. Enang Sahri Lukmansyah, S.Sos, MM
CIMAHI, Media3.id – Reses merupakan salah satu sarana untuk masyarakat menyampaikan harapan dan keinginannya dari lingkungan.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi NasDem, H. Enang Sahri Lukmansyah, S.Sos, MM, saat reses yang digelarnya, di Kantor RW 27 Puri Cipageran, Jl. Puri Intan, Cipageran Cimahi Utara, (4/11/2023).
Reses H. Enang dilakukan beberapa sesi, untuk reses di RW 14 Kelurahan Cipageran diikuti 400 konstituen dan di RW 27 Kelurahan Cipageran ini diikuti 150 konstituen.
Enang menjelaskan bahwa penyaluran aspirasi masyarakat terbagi melalui 3 jalur, yang terdiri dari jalur Musrenbang, jalur janji Walikota dan jalur aspirasi melalui dewan.
“Dari ketiga jalur tersebut, masuknya tetap ke Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) kepada dinas terkait. Pertama masuk dulu ke Bappeda melalui Surat Penyediaan Dana (SPD), baru disebarkan ke dinas-dinas,” ungkap Enang.
Dengan keterbatasan anggaran, sambung Enang, aspirasi masyarakat ada yang bisa langsung dapat direalisasi, ada juga yang harus menunggu beberapa tahun kemudian.
“Namanya juga suatu perjuangan untuk kita coba jembatani sesuai dengan keinginan dan harapan mereka,” tuturnya.
Dikatakan Enang dalam reses tersebut, keinginan masyarakat beragam. Dimulai dari perbaikan jalan seperti PJL, PJG, dan jalan setapak, kemudian penerangan jalan, dan kebersihan lingkungan seperti selokan.
Selain itu, ada juga yang mengusulkan masalah pemakaman dan itu harus difasilitasi.
“Saya sudah menyampaikan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP), supaya pihak developer difasilitasi melalui iuran dari developer untuk membeli tanah yang sudah disiapkan, agar para developer itu ada lahan untuk pemakaman,” papar Enang.
Diakuinya, memang lahan pemakaman untuk saat ini sangat sulit, akibat lahan yang sudah semakin menyempit dan terpenuhi. Oleh karenanya, salah satu cara agar ada lahan pemakaman, harus ada pembebasan tanah kemudian dibeli oleh para developer untuk dijadikan lahan pemakaman.
Disamping itu, ada pula usulan dari warga mengenai kekeringan air bersih, kata Enang kembali.
“Sumber air kita dapatkan dari Kabupaten Bandung Barat, saat ini Situ Lembang kekeringan, maka kesinipun akan kering,” imbuhnya.
Jadi, salah satu solusinya yaitu harus mencari sumber air lainnya.
“Salah satunya dari Pasir Layung, yang sumber airnya masih cukup besar,” tambah Enang.
Bahkan, pihaknya sudah pernah mengajukan masalah Pasir Layung dengan anggaran sebesar Rp 16 Miliar.
“Sebetulnya kita sudah menganggarkan Rp 16 Miliar untuk SPAM di RW 10 Cipageran, tapi ternyata tidak bisa terealisasi karena lahannya sudah milik sebuah perusahaan, yang tidak mungkin kita belikan dari APBD, karena sudah jauh dari NJOP (Nilai Jual Objek Pajak),” jelas Enang.
Sementara, Ketua RW 27 Perumahan Puri Cipageran, Yana, mengatakan bahwa warga dari RT 1 sampai dengan RT 5, baru kali ini mengikuti reses.

“Mudah-mudahan semua aspirasi yang disampaikan masyarakat RW 27 bisa terealisasi,” ucap Yana.
Diakui Yana, bahwa Enang dalam Pokok Pikiran (Pokir) dewan seperti pembangunan jalan aspal di Komplek Puri Cipageran RW 27 sudah terealisasi.
“Pokir Pak H. Enang Sahri Alhamdulillah sudah dilaksanakan pada tahun kemarin, selain jalan juga saluran, yang masuk ke RW 27 ini juga Alhamdulillah sudah lancar,” ungkap Yana.
Yana merasa tersanjung, karena pihaknya diundang untuk menggelar reses ini, sebab tidak semua RW dapat melaksanakan reses seperti ini.
(Sinta)






