KARAWANG, Media3.id- Puluhan pedagang pasar Proklamasi Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang kembali berjualan di pasar lama Rengasdengklok. Adapun alasan para pedagang pindah ke pasar lama Rengasdengklok dikarenakan kerap merugi. Selasa (08/08/23).
Bukannya untung melainkan buntung. Itulah kira-kira yang dialami pedagang eks pasar lama Rengasdengklok yang berjualan di pasar proklamasi yang dikelola PT Visi Indonesia Mandiri (VIM).
Selain itu para pedagang mengaku tidak dikawal oleh Pemda Karawang selama berjualan di pasar Proklamasi. seperti apa nasib para pedagang pasca relokasi yang dibiarkan begitu saja. Padahal pasca relokasi banyak pedagang merugi.
“Untuk saat ini kami para pedagang pasca relokasi, dimana Pemda sendiri tidak mengawal secara tuntas. Kami adalah korban relokasi yang sehingga banyak ratusan juta merugi kalau diakumulatif dari beberapa pedagang. Dari faktor ekonomi, faktor sosial kami merasa dirugikan,” kata Baraya Koko salah satu pedagang di pasar Proklamasi, Selasa (08/08/23).
“Makanya kami kembali hijrah ke pasar lama bentuk kongkrit kami teraniaya di pasar baru. Kami mohon kepada Pemda Karawang agar mendengar keluhan suara rakyat kecil,” ungkapnya.
Iapun berharap kepada Pemda Karawang agar surat keputusan Bupati Karawang nomor 589/2022 dikaji ulang dikarenakan dampak dari surat keputusan tersebut berdampak pada pedagang yang merugi “Kepada Pemda kami memohon dan berharap agar dikaji ulang surat keputusan Bupati Nomor 589/2022,” jelasnya.

Diperkirakan sekitar 50 pedagang di pasar Proklamasi Rengasdengklok akan kembali berjualan di pasar lama Rengasdengklok yang tentunya untuk menyambung hidup yang kini semakin terpuruk dampak dari relokasi pedagang.
“Dengan ini kami tersentuh melihat kawan-kawan kami, mungkin hari ini ada 50 orang yang bergabung ke pasar lama hanya mementingkan masalah kebutuhan hidup, masalah kebutuhan keluarganya masing-masing,” kata Koko.
“kami berharap perintahkan mendengar keluhan rakyat pedagang kecil juga termasuk Dewan DPRD kabupaten Karawang dan melihat kenyataan dan tidak mendengar dari salah satu pihak apa yang dirasakan hari ini mungkin para Dewan juga akan tersentuh dengan keberadaan para pedagang-pedagang yang saat ini sedang merasakan kesusahan,” pungkasnya
Reporter: DH






