DEPOK (JAWA BARAT), media3.id – Dalam rangka memperkuat sinergi dengan para awak media, Kantor BPN Depok kembali menggelar Coffee Morning dengan para pewarta dari berbagai organisasi media yang bertugas di area Kota Depok, di Aula Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Komplek Perkantoran Grand Depok City, Jalan Boulevard, Kalimulya, Cilodong Kota Depok, Selasa (15/9) .
Melalui kegiatan ini, kantor BPN Depok berupaya untuk menunjukan keterbukaan informasi publik yang menjadi permasalahan kinerja maupun kendala-kendala yang dialami oleh masyarakat di kota Depok umumnya.
” Hari ini ada dua terobosan besar terkait dengan pembagian wilayah layanan berbasis tipologi dan peluncuran layanan “Peralihan Hak Terintegrasi” yang ditarget selesai 10 hari,” ungkap Kepala Kantor BPN Depok Budi Jaya .
Lebih lanjut ia menyampaikan, selama ini proses yang lama bukan hanya di BPN. “Yang bikin lama itu simpul simpulnya. Dari kesepakatan jual beli, ke PPAT, ke BKD untuk bayar BPHTB, baru ke BPN untuk sertifikat. Kalau semua kewajiban penjual dan pembeli sudah selesai, di BPN kami target 5 hari. Sisanya 2 hari untuk dinas terkait,” ujarnya.
“Ini demi menjaga kepercayaan pimpinan kementerian dan masyarakat. Jangan sampai sertifikatnya telat karena tersendat di satu titik,” tegasnya.
Bukan hanya itu, Budi Jaya juga menyoroti kinerja bawahannya untuk lebih baik lagi dalam melakukan pelayanan.
“Kami juga membuka informasi kepada rekan-rekan media, namun demikian, kami memohon maaf apabila belum fast respon, mungkin karena lagi banyak kerjaan atau sedang sibuk, jadinya kami belum sempat membalas,” tambahnya.
Budi Jaya menjelaskan bahwa meski dirinya tak ada, bukan berarti informasinya terputus. Terkait informasi yang dipertamyakan juga bisa disampaikan melalui staff BPN lainnya.
“Saya selalu terbuka. Silakan audiensi, tapi tolong ikuti aturan, komunikasinya yang baik. Jangan menggunakan cara-cara yang tidak baik secara personal. Kalau informasi ke masyarakat, ambil dari beberapa pihak. Jangan sepihak, nanti setelah diklarifikasi malah malu sendiri,” tutup Budi Jaya






