JAKARTA, media3.id – Jhoni G Plate adalah salah satu putera Flores terbaik yang kini jadi Menteri Kominfo (Komunikasi dan Informatika). Ia merupakan salah satu politisi yang dinilai jujur, akuntabilitas dan punya rekam jejak yang bagus dalam dunia politik.
Ia sering tampil di televisi dan berdebat dengan para politisi lain guna membela kepentingan rakyat banyak. Argumentasi dan penalaran Jhoni amat diperhitungkan karena ia mampu membangun dasar berpikirnya dengan kokoh sehingga sulit dipatahkan oleh argumen lawan.
Jhoni Plate merupakan salah satu menteri yang pernah bermimpi jadi imam Katolik. Saya kira ia politisi Katolik handal yang berasal dari kampung kecil di Manggarai. Ia pernah mengenyam pendidikan di seminari kecil: tempat persemaian bagi para calon imam.
Sama halnya dengan mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sonny Keraf yang berasal dari Seminari San Dominggo Hokeng Hokeng, sebuah seminari di wilayah Larantuka-Flores Timur. Sedangkan Mentri Jhoni sendiri dikabarkan berasal dari Seminari Pius XII Kisol, sebuah lembaga pendidikan calon imam di Manggarai-Flores, NTT. Dari latar belakang itu, saya kira Jhoni punya aspek lebih dalam hal mengontrol kekuasaan meski ia berada di dalam lingkaran kekuasaan. Apalagi kita tahu, Jhoni pernah bekerja di beberapa perusahan besar dan menduduki tempat yang istimewa. PMKRI adalah rumah bagi Jhoni setelah melanjutkan studi di Prancis. Dari segi finansial Jhoni sudah berkecukupan. Jika demikian, apakah benar Jhoni Plate, sosok yang jujur itu terbelit kasus korupsi yang menghabiskan dana 8 Triliun? Jika itu benar, mengapa Jhoni bisa setega itu? Atau kah bisa jadi Jhoni hanyalah tumbal sedangkan para pelaksana telah “menggarong” dan diduga melakukan mark up biaya begitu banyak dari kerja-kerja sebesar itu! Siapa dibalik proses kerja yang begitu panjang? Perusahan mana saja yang bekerja dan terlibat? Kita tidak tahu! Hukum telah menetapkan Jhoni terlibat dalam geriliya dana sebesar 8 Triliun. Apakah Menteri Kominfo itu terjebak? Atau ia secara tahu dan mahu ikut menghabiskan dana triliunan itu. Lalu, ke mana uang 8 T itu? Apakah dikecapi oleh Jhoni sendiri atau diduga ada keterlibatan partai yang membesarkan Jhoni, politisi lain dan gerakan perusahan besar dibalik layar?
Apakah Jhoni Plate Tumbal dari Syawat Politik ?
Gerak turba menjelang pesta demokrasi hampir dapat dipastikan menyasar ke kampung-kampung dan kota di berbagai daerah di Indonesia.
Manuver politik dan saling serang di media sosial menjadi santapan netizen setiap detik. Di beranda Facebook, Twitter maupun Instagram terus bermunculan informasi dan narasi sesat yang menjatuhkan lawan politik.
Jhoni bisa jadi adalah salah satu politisi dari Flores yang dibilang “kampungan” tapi juga meresahkan banyak lawan politik di Indonesia.
Sebab sebagaimana ketangkasan Jhoni dalam mengcounter isu miring di media sosial, Jhoni juga dapat mempengaruhi elektabilitas Anis Baswedan–calon Presiden RI di NTT.
Para oposisi bisa jadi ketar ketir saat tahu Jhoni sangat terampil di belakang NasDem. Jhoni berjenggot itu dapat saja mendongkrak suara Anis Baswedan di NTT, bahkan di daerah lain. Hal itu yang ditakuti lawan politik. Apalagi Jhoni bukan sembarang politisi, ia punya segudang prestasi yang tidak diragukan. Jika mau dikata, jarang ada politisi yang datang dari Flores mendapat tempat yang layak dan baik seperti Jhoni.
Ketika Jhoni sedang tumbuh, ia malah digiring masuk sel setelah kasus BTS mencuat ke permukaan publik. Saat keluar dari gedung kejaksaan, tampak wajah Jhoni yang biasa, diam dan tidak banyak menatap sana sini. Kaca mata putih dan jenggot hitam tebal. Dari gestur tubuhnya, Jhoni seperti merasa tak bersalah sekalipun. Ia terlihat diam, tenang dan alot. Sesekali ia mengernyitkan dahinya, menatap ribuan massa dengan kamera besar. Kali ini Jhoni diserbu wartawan bukan sebagai pahlawan tapi ia memakai rompi tahanan.
Jhoni hanya pasrah setelah dibawa masuk ke mobil. Dari gesturnya, Jhoni sepertinya tidak mau mendekam di sel penjara. Wajah Jhoni seakan menyembunyikan sesuatu. Ia dihujat dan didakwa. Gestur Jhoni yang tenang dan biasa mesti juga digali. Apakah Jhoni ingin jadi tumbal untuk syawat politik para pengejar kekuasaan? Jika bukan Jhoni yang jadi tumbal siapa yang akan mendekam? Jhoni, petinggi partai atau perusahan-perusahan dibalik kerja-kerja menteri Kominfo tersebut. Mari kita menunggu episode selanjutnya.
(Penulis : Yuyhan Podungge, Aktivis)






