KARAWANG, Media3.id – Sepertinya anggaran dari Pemerintah tidak cukup untuk mengcover biaya pengeluaran di SMKN 1 Tirtajaya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Hal ini terbukti dengan adanya biaya Praktek Kerja Lapangan (PKL) dibebankan ke orang tua siswa.
Dari keterangan Say Saepudin salah satu guru di SMKN 1 Tirtajaya menjelaskan bahwa biaya PKL bagi siswa yang akan melaksanakan PKL ke perusahaan atau instansi pemerintah ada biayanya sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) yang dibebankan ke orang tua siswa.
Besaran anggaran PKL tersebut tentunya patut dipertanyakan pasalnya siswa yang akan PKL hanya mendapatkan baju wearpack “Biayanya Lima ratus ribu” kata Say Saepudin guru di SMKN 1 Tirtajaya saat diwawancara wartawan, Senin (24/10/22) di salah satu ruangan kelas di SMKN 1 Tirtajaya.
Selaim anggaran untuk beli baju wearpack, uang tersebut untuk membiayai monitoring siswa yang sedang PKL baik di perusahaan maupun di instansi pemerintahan dan sidang PKL.
Kebutuhannya untuk wearpack, sidang PKL,
“monitoring, itupun hasil rapat dari orang tua siswa” jelasnya.
Namun demikian kata dia ada juga siswa yang PKL tapi belum membayar biaya PKL karena kata dia tidak seratus persen siswa yang PKL membayar biaya tersebut.
“Untuk PKL tidak semua anak membayar seratus persen” ungkapnya.
Sedangkan untuk penempatan PKL, kata Say tergantung keinginan siswa dan kondisi siswa.
“Kalau PKL berdasarkan si anak ada yang di perusahaan sesuai dengan kondisi anak. Kalau anaknya lemah ya di instansi terdekat”
(DH)





