Usai Rekontruksi, Ayud Seorang Saksi : Tidak Ada Pemukulan Yang Dilakukan SU dan RM

  • Whatsapp

SUMEDANG (Jawa Barat), media3.id – Proses rekontruksi dugaan penganiyaan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Cilengkrang, SU dan anaknya yang menjabat Anggota DPRD Sumedang, RM, pada Senin (7/2/2022) dilakukan di dua lokasi, yakni di Jalan Raya Wado-Malangbong dan balai desa Cilenggkrang, dengan menggelar sebanyak 78 adegan.

Namun dalam proses rekontruksi yang dilakukan Polres Sumedang, tidak ada adegan yang sangat krusial, seperti adanya terjadinya penganiayaan dan penyekapan korban.

Read More

Salah satu saksi, Ayud, mengatakan, dalam dokumen rekontruksi, banyak adegan yang di tolak, lantaran tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, seperti pemukulan dan pencekikan AWD, yang dilakukan RM saat tiba di halaman balai desa setelah turun dari mobil.

“Waktu rekontruksi, banyak pertanyaan dari penyidik, yang tidak sesuai dengan fakata, maka saya menolak termasuk RM juga menolak,” ujar Ayud, Selasa (8/2/2022).

Dikatakan Ayud, bukan saja adegan pemukulan dan pencekikan korban, melainkan isu yang beredar adanya penyekapan terhadap korban juga sebenarnya tidak ada sama sekali di saat kejadian. Melainkan korban dimasukan ke ruangan Kepala Desa untuk diamankan dari masa yang berkerumun.

“Sebenarnya, tidak ada penyekapan justru diamankan takut ada kejadian yang tidak di inginkan. Saya sendiri yang memasukan empat orang bersama tiga orang teman AWD,” ucapnya.

Ia mengaku, memberikan keterangan sesuai dengan fakta yang terjadi dan sesuai dengan BAP saat pemeriksaan.

Diketahui kejadian ini berawal dari kejadian laka lantas yang terjadi di Kampung Ciwalur, Desa Mekar Asih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, pada 9 Juli 2021 lalu.(AD-M3)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *