Djamu Kertabudi: Paslon 1 Terukur, Terstruktur, Sistimatis dan Unggul

  • Whatsapp

Pengamat Politik dan Pemerintahan, dosen Universitas Nurtanio dan STIA LAN RI Djamu Kertabudi

Soreang, MEDIA3.ID – Menurut pengamat politik dan pemerintahan, juga dosen Universitas Nurtanio dan STIA LAN RI, Djamu Kertabudi, secara prediksi global dalam Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) Kabupaten Bandung, yamg akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Menurut Djamu, dengan batas waktu kampanye berakhir pada 5 Desember 2020, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati dalam kampanye banyak yang cari simpatik masyarakat.

Karena sebagai calon kepala daerah, yang namanya kampanye merupakan tolok ukur bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya, dalam Pilkada 2920.

“Secara umum ketiga Pasangan Calon Bupati dan wakil bupati bandung masih berpeluang memenangkan kontestasi,” tutur Djamu, Sabtu, (5/12/2020).

Karena kata Djamu, selama masa kampanye, ketiga pasangan calon telah mengeluarkan strategi terbaiknya dalam meraih hati masyarakat. Masing-masing pasangan calon memiliki keunggulan masing-masing.

Seperti Paslon nomor 3, yang memiliki keunggulan dalam memanfaatkan dunia maya, khususnya sosial media seperti Facebook dan media sosial lainnya.

“Paslon nomor 3, dari sisi marketing politik memiliki kreatifitas dan inovasi lebih unggul,” ucap Djamu.

Sedangkan untuk paslon nomor 2 Yena Iskandar Masoem-Atep, memiliki posisi yang diuntungkan. Semua pihak, kata Djamu, seolah saling berperang dan terlihat mengabaikan pasangan ini.

Hal tersebut memberi keuntungan bagi paslon nomor urut 2 bisa berkampanye dengan tenang tanpa ada serangan yang berarti dari pihak lawan.

Hal ini kata Djamu mirip dengan pertarungan Pilgub Jabar pada 2008, ketika Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Agum Gumelar-Numan Abdul Hakim bersaing sengit dengan melupakan sosok Ahmad Heryawan-Dede Yusuf. Pada akhirnya Aher-Dede lah yang memenangkan pertarungan.

“Bagaimana dengan pasangan nomor urut 1? Dalam masa kampanye, pasangan ini mampu memanfaatkan acara debat publik secara optimal untuk mempengaruhi publik bahwa Paslon ini pantas untuk menjadi Bupati/Wakil Bupati periode selanjutnya,” paparnya.

Pasangan Kurnia Agustina-Usman Sayogi ini menurut Djamu, memiliki keunggulan sisi personality dan gagasan dalam membangun kabupaten bandung lima tahun kedepan.

Berdasarkan keterangan Djamu kembali, Dari sisi personal, pasangan calon bupati nomor urut 1 seolah diposisikan sebagai incumbent, namun bisa bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan yang menekannya.

“Bahkan serangan yang menerjang dihadapi dengan tenang. Dari sisi penyampaian program juga mampu disampaikan dengan runtut dan komunikatif,” ulasnya.

Terkait masalah konsep, kata Djamu, pasangan calon nomor 1 juga sudah terukur,, terstruktur dan sistimatik.

“Maka dari itu, dapat dikatakan paslon nomor 1 ini lebih unggul,” terangnya..

Namun kata Djamu, 9 Desember sebagai hari penentuan, dan ketiga paslon bisa sebagai pemenang, “Kita pasrahkan pada Tuhan, karena hamya Tuhan yang tahu siapabpemenangnya,” imbuh Djamu.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *