Bandung, Media3.id – Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memajukan perekonomian daerah. Anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi 5 sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. M Hasbullah Rahmad, S.PD., M. Hum, mengajak seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat untuk terus bangga memakai batik dan aktif mendukung industri kerajinan lokal.
Bang Has menyampaikan bahwa batik bukan sekadar kain hias atau pakaian formal biasa, melainkan warisan budaya adiluhung yang telah diakui oleh UNESCO dan menyimpan nilai sejarah tinggi.
”Batik adalah identitas dan kebanggaan bangsa kita. Di Jawa Barat sendiri, kita memiliki kekayaan ragam motif batik yang sangat luar biasa, mulai dari Batik Cirebonan, Batik Megamendung, Batik Garutan, Batik Tasik, hingga batik-batik khas wilayah Bogor dan Depok. Tugas kita bersama adalah menjaga warisan ini agar tidak tergerus zaman,” ujar Bang Has di Bandung.
Sebagai anggota Komisi 5 DPRD Jawa Barat yang membidangi kesejahteraan rakyat, termasuk sektor kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat, Bang Has menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membina para pengrajin serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik. Menurutnya, keberlanjutan tradisi batik sangat bergantung pada kesejahteraan para seniman dan pengrajin di tingkat tapak.
”Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus terus memberikan ruang, permodalan, pelatihan inovasi desain, serta akses pasar yang lebih luas bagi UMKM batik lokal, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi,” jelas Politisi PAN tersebut.
Lebih lanjut, Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar ini mendorong generasi muda untuk tidak ragu menjadikan batik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Penggunaan batik modern dalam berbagai kesempatan dinilainya mampu menjaga tren batik tetap relevan di mata anak muda.
”Saya ingin mengajak generasi muda di Jawa Barat, mari kita jadikan batik sebagai fashion kebanggaan sehari-hari, bukan hanya saat acara resmi. Memakai batik lokal berarti kita ikut menggerakkan roda ekonomi para pengrajin kecil di daerah kita,” pungkasnya.






