Kemarau Mulai Tekan Debit Sungai, PDAM Banjar Genjot Perbaikan Kebocoran demi Jaga Pasokan Air

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Memasuki musim kemarau, PDAM Tirta Anom Kota Banjar tidak hanya berupaya menjaga ketersediaan air baku, tetapi juga mempercepat perbaikan kebocoran jaringan perpipaan agar distribusi air bersih kepada pelanggan tetap optimal.

 

Read More

Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, mengatakan hingga saat ini pelayanan air bersih kepada sekitar 30 ribu pelanggan masih berjalan normal meski debit Sungai Citanduy mulai mengalami penyusutan akibat kemarau.

 

Menurutnya, pasokan air baku masih terbantu oleh Bendungan Leuwikeris sehingga proses pengambilan dan pengolahan air bersih dapat terus dimaksimalkan.

 

“Sejauh ini pelayanan kepada pelanggan masih normal, belum ada kendala signifikan. Pihak PDAM berusaha memaksimalkan pengambilan air walaupun kondisi sungai sudah sangat surut. Alhamdulillah, terbantu dengan adanya Bendungan Leuwikeris,” ujar Fitrah, Sabtu (1/8/2026).

 

Meski demikian, ia mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan hanya berkurangnya debit sungai, melainkan tingginya tingkat kebocoran pada jaringan perpipaan yang menyebabkan sebagian air hilang sebelum sampai ke pelanggan.

 

Untuk menekan kehilangan air tersebut, PDAM menerjunkan tim teknis setiap hari guna menyisir, memeriksa, dan memperbaiki titik-titik kebocoran di berbagai wilayah. Langkah itu dinilai penting agar distribusi air tetap stabil di tengah ancaman musim kemarau.

 

Selain itu, PDAM juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan pengerukan sedimentasi di area intake agar kapasitas penampungan air baku tetap terjaga.

 

Fitrah memperkirakan ketersediaan air baku masih relatif aman dalam waktu sekitar satu bulan ke depan. Namun apabila kemarau berkepanjangan terus terjadi, debit air berpotensi menurun lebih drastis akibat kekeringan dan pendangkalan di titik pengambilan air.

 

Mengantisipasi kondisi tersebut, PDAM mengajak masyarakat menggunakan air bersih secara hemat dan sesuai kebutuhan agar pasokan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air bersih. Karena kita tidak pernah tahu pasti sampai kapan kemarau ini berlangsung,” pungkasnya.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *