BANJAR, media3.id – Aktivitas survei lahan untuk rencana pembangunan bak penampungan air milik Perumda Tirta Anom Kota Banjar di kawasan Mandalare, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, sempat memunculkan polemik. Namun, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan melalui dialog dan menghasilkan kesepahaman antara pihak PDAM dan para petani.
Polemik bermula saat kegiatan survei lapangan diduga menyebabkan sejumlah tanaman milik petani penggarap mengalami kerusakan. Selain itu, para petani menilai kegiatan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan atau koordinasi terlebih dahulu.
Salah seorang petani, Sudarto, mengatakan dirinya mengetahui adanya aktivitas survei saat berada di lahan pada Sabtu lalu. Menurutnya, beberapa tanaman, termasuk pohon pisang, terdampak oleh kegiatan tersebut.
“Saat saya tanya apakah sudah meminta izin, pekerja tersebut mengaku tidak tahu karena hanya menjalankan tugas sebagai pekerja,” ujar Sudarto kepada media, Rabu (29/7/2026).
Dewan Penasehat Serikat Petani Pasundan (SPP) Kota Banjar, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad, mengatakan pihaknya awalnya tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut.
Namun, setelah memperoleh informasi, diketahui bahwa lokasi survei merupakan area yang selama ini digarap oleh petani yang tergabung dalam SPP.
Menurutnya, keberatan utama para petani bukan semata-mata terkait tanaman yang rusak, melainkan karena tidak adanya komunikasi atau pemberitahuan sebelum kegiatan dilakukan.
“Yang menjadi keberatan bagi kami adalah tidak adanya koordinasi atau sekadar kulonuwun terlebih dahulu kepada masyarakat yang sedang menggarap lahan,” kata Jawad.
Meski demikian, ia menyebut persoalan tersebut telah dibahas dalam pertemuan bersama. Dari hasil komunikasi itu, pihak PDAM menjelaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya aktivitas pertanian di lokasi yang disurvei.
Jawad menilai persoalan tersebut merupakan kesalahpahaman yang telah diselesaikan melalui musyawarah. Bahkan, pihaknya menyatakan tidak menuntut penggantian atau kompensasi atas tanaman yang terdampak.
Ia juga menegaskan bahwa Serikat Petani Pasundan mendukung rencana pembangunan fasilitas penampungan air tersebut karena dinilai akan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan layanan air bersih.
“Dalam pertemuan tadi kami sudah saling tabayyun. Kami mendukung pembangunan fasilitas PDAM, tetapi ke depan koordinasi dengan masyarakat harus lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Perumda Tirta Anom Kota Banjar melalui surat resminya menyampaikan permohonan maaf atas kerusakan tanaman yang terjadi selama kegiatan survei lapangan.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa survei dilakukan sebagai bagian dari persiapan rencana pembangunan bak penampungan air di kawasan tersebut. Perusahaan juga menyatakan kerusakan tanaman terjadi tanpa unsur kesengajaan karena petugas tidak mengetahui adanya aktivitas penggarapan lahan oleh masyarakat.
Perumda Tirta Anom juga menyatakan siap bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat insiden tersebut serta berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
(Joe)






