Foto Sawah net
BANJAR, media3.id – Petani di Kota Banjar, Jawa Barat, mulai mengkhawatirkan dampak musim kemarau panjang terhadap area pertanian yang kini mulai memasuki masa tanam padi.
Kekhawatiran itu disampaikan oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Banjar Abdul Kholik usai mengikuti rapat bersama Komisi Irigasi (Komir) di Bappelitbangda Kota Banjar belum lama ini.
Kholik mengatakan, saat ini kondisi saluran irigasi untuk pengairan area persawahan para petani masih mencukupi dan belum ada kekurangan pasokan air ke area persawahan.
Berdasarkan penyampaian dari pihak BBWS Citanduy saat rapat bersama Komisi Irigasi, pasokan air masih mencukupi hingga bulan September karena ada cadangan air dari Bendungan Leuwikeris.
Debit air Sungai Citanduy di kawasan Bendungan Dobo, Kecamatan Pataruman saat rapat disampaikan sekitar 7 meter kubik per detik.
“Kemarin saat rapat rapat penyampaian dari BBWS debit air masih aman sampai September,” kata Kholik kepada harapanrakyat.com, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga: Musim Kemarau, PDAM Tirta Anom Kota Banjar Pastikan Penyaluran Air Bersih Normal
Menurutnya, kondisi saat ini masih aman terutama untuk daerah pertanian di wilayah Kecamatan Langensari. Usia tanaman sudah memasuki 30-40 hari. Tinggal pengaturan air irigasi bergilir.
Namun begitu, yang pihaknya khawatirkan ketika nantinya puncak kemarau panjang melewati bulan September, pasokan air irigasisi akan terus berkurang.
Sementara masa tanam petani masih berlangsung mengingat sebagian petani ada yang melewati tiga kali masa tanam sehingga perlu langkah mitigasi.
“Kalau kemarau ekstrem daerah yang baru mau masuk musim tanam ini kan masa tanamnya nanti melewati bulan September. Nah, ini yang kami khawatirkan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Banjar Yoyon Cuhyon mengakui mulai berkurangnya debit air Sungai Citanduy akibat musim kemarau.
Untuk memaksimalkan pasokan air irigasi, nantinya akan ada pengawasan lapangan terkait pemanfaatan air irigasi yang informasinya disalurkan untuk mengairi kolam ikan.
Baca Juga: Warga di Binangun Kota Banjar Mengeluhkan Minimnya PJU, Begini Tanggapan Pemerintah
“Iya. Hasil rapat kemarin secara garis besar memang untuk air irigasi mencukupi sampai bulan September mendatang,” katanya.
(Joe)






