Kolaborasi Pemdes dan Mahasiswa KKN Hidupkan Tradisi Sedekah Bumi, Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Desa Kujangsari

  • Whatsapp

BANJAR, media3.Id – Kolaborasi antara Pemerintah Desa Kujangsari, masyarakat, dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STISIP Bina Putera Banjar menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan Sedekah Bumi dan Tabligh Akbar untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Selain menjadi kegiatan keagamaan, acara tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat melalui pelibatan UMKM dan penguatan semangat gotong royong.

 

Read More

Sejak pagi hingga malam hari, ratusan warga dari berbagai dusun memadati lokasi kegiatan. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara yang diawali dengan doa bersama, prosesi Sedekah Bumi, hingga Tabligh Akbar yang menghadirkan tausiyah keagamaan sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

 

Kepala Desa Kujangsari Mujahid menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan menjadi media mempererat hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai religius yang menjadi bagian dari kehidupan warga.

 

“Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi modal sosial untuk mewujudkan Desa Kujangsari yang religius, harmonis, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

 

Tak hanya itu, pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar. Para mahasiswa berperan dalam koordinasi kegiatan, publikasi, dokumentasi, penataan lokasi, hingga berkolaborasi dengan BUMDes dan pelaku UMKM melalui bazar produk lokal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

 

Ketua Kelompok KKN STISIP Bina Putera Banjar, Zidan Fitransyah, saat ditemui awak media, Kamis (16/7/2026), mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat.

 

“Kami ingin hadir bukan hanya menjalankan program KKN, tetapi menjadi bagian dari masyarakat Desa Kujangsari. Melalui kolaborasi ini kami membantu menyukseskan kegiatan sekaligus mendukung promosi produk lokal bersama BUMDes dan UMKM. Harapannya, keberadaan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Zidan.

 

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial masih terjaga dengan baik di Desa Kujangsari.

 

“Semangat kebersamaan yang kami rasakan selama kegiatan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mendukung pembangunan desa,” tambahnya.

 

Selain menjadi momentum meningkatkan kualitas keimanan melalui Tabligh Akbar, kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkenalkan potensi ekonomi desa melalui bazar produk unggulan UMKM. Kehadiran mahasiswa dalam mendampingi pelaku usaha lokal diharapkan mampu mendorong promosi dan pengembangan produk desa.

 

Melalui kolaborasi lintas elemen tersebut, Pemerintah Desa Kujangsari berharap semangat hijrah pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya diwujudkan dalam peningkatan ibadah, tetapi juga melalui penguatan persatuan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi menuju Desa Kujangsari yang maju, religius, mandiri, dan sejahtera.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *