Banjar, Media3.id – Upaya meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kujangsari terus diperkuat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar menggelar seminar bertajuk “Pendampingan Branding, Packaging, dan Legalitas Usaha untuk Meningkatkan Kualitas Produk Lokal Desa Kujangsari” di Balai Desa Kujangsari, kota Banjar, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk membekali para pelaku UMKM dengan pengetahuan mengenai pentingnya membangun identitas produk, meningkatkan kualitas kemasan, hingga melengkapi legalitas usaha sebagai syarat memasuki pasar yang lebih luas.
Seminar diikuti puluhan pelaku UMKM, perangkat desa, serta masyarakat yang memiliki usaha rumahan. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai strategi membangun merek (branding), teknik pengemasan produk yang menarik dan sesuai standar, serta prosedur pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan lainnya.
Ketua KKN Desa Kujangsari, Zidan Fitransyah, kepada awak media mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan kualitas produk lokal.
“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki identitas yang kuat melalui branding, kemasan yang menarik, serta legalitas usaha yang lengkap. Dengan begitu, produk lokal Desa Kujangsari memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya. Kamis (16/7/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Kujangsari, Mujahid, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar yang menghadirkan program edukatif bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas pemerintah desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM di Desa Kujangsari. Branding, kemasan, dan legalitas merupakan faktor penting agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah Desa siap mendukung setiap program yang dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat perekonomian desa,” kata Mujahid.
Melalui seminar tersebut, para peserta juga diajak memahami bahwa kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh isi atau bahan baku, tetapi juga dipengaruhi oleh tampilan kemasan, identitas merek, serta kepastian hukum melalui legalitas usaha. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pasar modern maupun platform digital.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari pendampingan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan produk-produk unggulan Desa Kujangsari yang lebih kompetitif, bernilai ekonomi tinggi, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
(Joe)






