Misteri Dana Pemeliharaan SMPN 2 Karawang Timur: Anggaran Cair, Fasilitas Nyaris Ambruk Hingga ditumbuhi Pohon di Plafon

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Kondisi infrastruktur di SMPN 2 Karawang Timur yang berlokasi di Jalan Syeh Quro, Karawang, saat ini dinilai sangat memprihatinkan dan diduga kuat kurang mendapatkan pemeliharaan dari pihak manajemen sekolah. Senin (18/05/26).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah gedung tampak tidak terawat dengan kondisi atap yang membahayakan keselamatan warga sekolah. Banyak genteng yang nyaris merosot dan jatuh namun dibiarkan begitu saja, sehingga memicu kekhawatiran besar akan menimpa para siswa yang sedang beraktivitas di bawahnya.

Read More

Kondisi buruk ini diperparah dengan kerusakan sarana interior sekolah. Plafon di beberapa titik yang semestinya bisa langsung diperbaiki menggunakan anggaran kedinasan terkesan diabaikan hingga kerusuhannya semakin meluas. Bahkan pada area plafon yang telah ambrol, terlihat tanaman dan pepohonan liar tumbuh subur, yang menjadi penanda visual betapa lamanya kerusakan tersebut didiamkan tanpa ada upaya perbaikan yang konkret.

Saat mencoba melakukan konfirmasi terkait kelalaian pemeliharaan ini, pihak sekolah terkesan menutup diri. Ika, salah seorang guru di SMPN 2 Karawang Timur, menyatakan bahwa pimpinan sekolah tidak dapat ditemui. “Kepala Sekolah dan Wakasek Sarana Prasarana sedang rapat dan tidak bisa diganggu,” ujarnya singkat saat diwawancarai. Senin (18/05/26).

Sikap tertutup dari pihak sekolah ini berbanding terbalik dengan besarnya kucuran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima oleh SMPN 2 Karawang Timur dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data rekapitulasi anggaran yang diterima redaksi, sekolah dengan ribuan murid ini tercatat rutin mengalokasikan dana ratusan juta rupiah khusus untuk komponen pemeliharaan sarana dan prasarana (sarpras) setiap tahunnya.

Pada tahun 2023, dengan total siswa sebanyak 1.314 orang, sekolah menerima total dana BOS sebesar Rp 1.458.540.000. Dari jumlah tersebut, anggaran yang terserap untuk pemeliharaan sarana dan prasaarana (sarpras) pada Tahap 1 mencapai Rp 155.291.500 dan pada Tahap 2 menghabiskan Rp 156.391.000.

Memasuki tahun 2024, jumlah siswa meningkat menjadi 1.369 orang dengan total perolehan dana BOS sebesar Rp 1.519.590.000. Alokasi untuk pemeliharaan sarpras kembali digelontorkan, yakni sebesar Rp 129.090.000 pada Tahap 1 dan Rp 86.097.600 pada Tahap 2.

Tren anggaran berlanjut pada tahun 2025 dengan jumlah siswa yang sama (1.369 orang). Dari total dana BOS Rp 1.542.900.000, pihak sekolah melaporkan penggunaan dana pemeliharaan sarpras sebesar Rp 86.019.000 untuk Tahap 1 dan Rp 67.681.500 untuk Tahap 2. Saat ini, memasuki tahun anggaran 2026, dana BOS periode terbaru pun dilaporkan sudah mulai bergulir dan dicairkan.

Melihat akumulasi dana pemeliharaan sarpras yang mencapai ratusan juta rupiah dari tahun ke tahun, sangat ironis jika fasilitas fisik sekolah justru dibiarkan rusak hingga ditumbuhi pohon di bagian langit-langitnya.

Reporter: Dmn Hr

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *