“Bicaranya Baik-baik, Saya Orang Awam,” Tangis Kecewa Warga Tirtajaya Ditolak RSUD Rengasdengklok

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang keluarga pasien asal Kampung Pengakaran, Desa Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok yang belum lama melayani pasien BPJS.

 

Read More

Peristiwa bermula saat keluarga membawa pasien Intania putri (16 tahun) ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Rengasdengklok dengan didampingi oleh tenaga medis dari Puskesmas Tirtajaya. Bukannya langsung ditangani, keluarga pasien dan perawat puskesmas yang mendampingi justru dimarahi oleh petugas IGD rumah sakit milik pemerintah tersebut.

 

Keluarga pasien mengungkapkan bahwa pihak RSUD menolak mereka dengan alasan kedatangan pasien tidak didaftarkan terlebih dahulu melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Selain itu, petugas juga mempertanyakan mengapa pasien harus diantar oleh pihak puskesmas.

 

“Petugas di sana bilang, ‘Kenapa tidak sendiri ke sini, enggak usah lewat puskesmas’. kata perwakilan keluarga pasien dengan nada kecewa. Sabtu Malam (16/05/26).

 

“Perawatnya marah-marahin saya dan perawat yang mengantar saya dari Puskesmas Tirtajaya,” ucapnya.

 

Pihak keluarga pasien mengaku tidak memahami aturan birokrasi rujukan tersebut.

Pihak rumah sakit bersikeras menolak pasien karena belum ada kiriman data via sistem digital.

 

“Katanya harus kirim SPGDT. Saya tidak tahu apa itu SPGDT karena saya orang awam. Saya juga tidak tahu kalau di RSUD Rengasdengklok itu sedang penuh,” lanjutnya.

 

Keluarga pasien sangat menyayangkan sikap arogan dari tenaga medis RSUD Rengasdengklok. Menurutnya, pihak rumah sakit seharusnya bisa memberikan penjelasan dengan cara yang lebih humanis dan sopan kepada masyarakat kecil.

 

“Menurut saya seharusnya bicaranya baik-baik saat menolak, karena saya orang awam yang tidak tahu apa itu SPGDT,” keluhnya.

 

Karena mendapat penolakan dan perlakuan kasar, keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa pasien keluar dari RSUD Rengasdengklok. Beruntung, saat ini pasien sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis yang cepat di Rumah Sakit (RS) Hastien, Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok.

 

Reporter: Dmn Hr

Editor: Degum

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *