Sertifikat Belum Jadi,Warga Cadaskertajaya Mengaku Sudah habis 2,5 Juta Untuk Biaya PTSL Tahun 2024

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Dugaan pungutan liar (Pungli) Program Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL) tahun 2024. di Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang terus bertambah.

 

Read More

Kini salah satu warga Dusun Cilewo inisial K mengaku telah mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk biaya sertifikat tanah melalui program PTSL tahun 2024.

 

Adapun rinciannya kata K, iapernah memberikan uang sebesar 300 ribu rupiah kepada Sekertaris Desa, Sedangkan yang kedua, ia mengeluarkan uang sebesar dua juta rupiah diserahkan kepada Juru tulis Dedi dan yang ke 3, ia mengeluarin uang sebesar 200 ribu ke RT Salim. Bila di hitung, uang yang dikeluarkan K telah menghabiskan 2,5 juta rupiah

 

“Sudah habis 2,5 juta. Yang pertama 300 ribu dikasihkan ke Sekdes Maman, sedangkan yang ke dua, dua juta melalui jurutulis Dedi, dan yang ke 3 minta lagi 200 ribu melalui RT Salim.” Kata K menjelaskan.

 

Namun yang cukup mengejutkan yaitu pernyataan sekertaris Desa Cadaskertajaya berkaitan dengan adanya pengakuan salah seorang warga yang merasa ditarif uang hingga Rp. 800 ribu untuk pembuatan PTSL, Maman Sekertaris Desa Cadaskertajaya, mempersilahkan masyarakat itu melaporkannya ke desa.

 

Pihaknya (Maman) akan membantu masyarakat agar orang yang melakukan pungli tersebut untuk mengembalikan uang masyarakat. Bilamana yang bersangkutan menolak dengan alasan apapun, maka pihak Pemerintah Desa Cadaskertajaya bersama korban pungli akan melaporkan kasus tersebut ke Aparat penegak hukum. Hal itu ia sampaikan kepada salah satu media online Karawang.

 

Lantas, bagaimana dengan pengakuan warga yang telah memberikan uang ratusan ribu kepada sekertaris desa tapan bukti kwitansi. Bila memang benar, beranikah Maman menjelaskan kepada Penegak hukum soal biaya PTSL yang kini sedang mencuat.

 

Reporter: D H

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *